Doa Utama di 10 Malam Terakhir Ramadan

  • 12 Mar 2026 06:12 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta –Mendekati akhir bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, khususnya doa yang diajarkan Nabi Muhammad pada malam-malam yang diharapkan sebagai Lailatul Qadar. Doa ini menjadi amalan utama karena berisi permohonan penghapusan dosa secara total kepada Allah. Referensi doa tersebut termuat dalam Jami' At-Tirmidzi dan karya-karya ulama salaf.

Dalam sebuah riwayat sahih disebutkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah mengenai doa terbaik di malam Lailatul Qadar. Beliau menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku." (HR. At-Tirmidzi no. 3513, Ibnu Majah no. 3850; dinilai hasan sahih oleh At-Tirmidzi).

Para ulama salaf sepakat bahwa malam-malam terakhir Ramadan merupakan waktu terbaik memperbanyak ibadah, sebagaimana pendapat jumhur bahwa seorang muslim hendaknya menghidupkan malam-malam tersebut dengan doa, istighfar, dan dzikir. Mereka menegaskan bahwa doa ini mengandung makna permohonan penghapusan total kesalahan, bukan sekadar pengampunan biasa.

Ibn Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa kata al-‘afwu bermakna penghapusan dosa hingga tidak tersisa bekasnya, sehingga sangat sesuai dibaca pada malam Lailatul Qadar yang menjadi malam pemberian besar dari Allah. Hal ini menunjukkan keluasan rahmat Allah dan perhatian hamba terhadap kesempatan yang jarang ditemukan selain di bulan Ramadan.

Jumhur ulama seperti Al-Qurthubi, An-Nawawi, dan Ibn Katsir sepakat bahwa doa ini merupakan sunnah muakkadah berdasarkan perintah langsung Nabi kepada Aisyah. Mereka menjelaskan bahwa fokus utama pada malam-malam tersebut bukan banyaknya kata dalam doa, melainkan kualitas penghambaan, kekhusyukan, dan keikhlasan dalam memohon ampun.

Allah juga menegaskan bahwa ampunan-Nya sangat dekat bagi hamba yang meminta. Firman Allah:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa ketika ia berdoa kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: 186).

Dengan demikian, doa yang diajarkan Nabi ini menjadi amalan paling disarankan pada 10 malam terakhir Ramadan. Para ulama salaf menegaskannya sebagai doa yang ringkas namun sangat agung, mencakup permohonan terbesar seorang hamba: dibersihkan dari dosa dan diberi rahmat penuh di malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Rekomendasi Berita