Menaker: Perusahaan Harus Dukung Pengembangan Karir Pekerja
- 09 Mar 2026 23:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan perusahaan tidak cukup hanya menyediakan pekerjaan bagi karyawannya. Menurutnya, perusahaan juga perlu membuka ruang agar pekerja dapat terus berkembang dan meningkatkan keterampilan.
Ia mengatakan pengembangan pekerja merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan. Pekerja yang diberi kesempatan untuk tumbuh dinilai akan memiliki keterikatan yang lebih kuat terhadap perusahaan.
“Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan efek jangka panjang bagi perusahaan,” ujar Yassierli.
Menurutnya, pekerja yang merasa didukung tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban semata. Mereka juga akan memiliki semangat dan rasa memiliki terhadap pekerjaan serta perusahaan tempat mereka bekerja.
“Memberdayakan pekerja artinya membuat pekerjaan mereka menjadi lebih bermakna. Mereka memiliki keterlibatan dan semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas,” katanya.
Yassierli juga menilai nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah perlu terus dihidupkan dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan. Nilai tersebut dinilai menjadi kekuatan sosial yang dapat mendukung hubungan industrial yang lebih harmonis.
Ia mengaku prihatin jika masih ada pekerja yang telah mengabdi selama bertahun-tahun namun tidak mengalami perkembangan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai hal yang wajar.
“Yang membuat saya sedih adalah ketika ada orang bekerja 10 tahun, bahkan 20 tahun di perusahaan, tetapi tidak berkembang. Padahal manusia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan bahwa perusahaan perlu membantu pekerja mengenali potensi yang dimiliki serta membuka kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan. Hal tersebut dinilai penting agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Yassierli menambahkan, kemampuan beradaptasi atau agility akan menjadi kunci menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan. Oleh sebab itu, baik perusahaan maupun pekerja perlu terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan agar mampu menghadapi berbagai perubahan.