Kemnaker Ingatkan Bahaya Situs Palsu Skillhub
- 25 Feb 2026 20:45 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap situs web palsu yang mengatasnamakan layanan Skillhub. Peringatan ini disampaikan menyusul dibukanya pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional pada 23 Februari 2026.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan bahwa situs resmi Skillhub hanya menggunakan domain skillhub.kemnaker.go.id. Ia meminta masyarakat memastikan alamat situs yang diakses benar-benar kanal resmi pemerintah.
“Kami meminta masyarakat agar berhati-hati dalam mengakses informasi terkait pelatihan vokasi nasional dan memastikan alamat domain yang dikunjungi adalah kanal resmi Kemnaker,” ujar Faried dalam keterangan tertulis, pada Selasa 24 Februari 2026.
Faried menjelaskan, keberadaan situs palsu berpotensi menyesatkan publik dan membuka celah penipuan atau phishing. Ia mencontohkan adanya domain tidak resmi yang menyerupai layanan Skillhub, namun bukan bagian dari Kemnaker.
“Website palsu berpotensi menjadi sarana phishing, penipuan, maupun penyalahgunaan data yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Kemnaker memastikan seluruh proses pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional dilakukan secara terpusat melalui laman resmi skillhub.kemnaker.go.id dan tidak tersedia pada tautan lain di luar domain pemerintah tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa alamat situs sebelum memasukkan data pribadi, memastikan domain berakhiran kemnaker.go.id, serta tidak mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas. Jika menemukan situs mencurigakan, masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal resmi Kemnaker atau laman bantuan.kemnaker.go.id.
Diketahui, Skillhub merupakan fitur dalam platform layanan ketenagakerjaan digital SIAPkerja yang menjadi pintu akses terintegrasi berbagai program pelatihan vokasi. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi, mendaftar, serta mengikuti pelatihan yang diselenggarakan pemerintah dan mitra lembaga pelatihan secara daring.