Pemkot Jakarta Timur Dorong Keluarga Berintegritas
- 27 Okt 2025 20:46 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mendorong penguatan nilai integritas di lingkungan pendidikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas. Berdasarkan siaran pers yang diterima, kegiatan ini digelar di Ballroom Kecapi 1 dan 2 Hotel Oakwood TMII, Cipayung, Jakarta Timur pada Senin (27/10/2025).
Bimtek berlangsung selama dua hari, 27 dan 29 Oktober, dan diselenggarakan oleh Inspektorat Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 200 kepala sekolah SD, SMP, dan SMA beserta pasangannya dari wilayah Sudin Pendidikan 1 dan 2 Jakarta Timur mengikuti kegiatan ini.
Pelatihan bertema “Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi” ini dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin. Ia menegaskan pentingnya pembinaan keluarga berintegritas di lingkungan pendidikan.
“Insyaallah nanti akan ada materi baik dari KPK (Komite Pemberantasan Korupsi), dari inspektorat maupun dari BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) dan ini adalah salah satu bentuk dari pemerintah untuk hadir dalam rangka pembinaan keluarga berintegritas, khususnya di lingkungan pendidikan di Jakarta Timur,” kata Walikota.
Munjirin berharap kegiatan tersebut dapat menciptakan keluarga berintegritas yang menanamkan nilai kejujuran di rumah dan di tempat kerja. Ia juga mendorong para peserta untuk menularkan semangat integritas di sekolah masing-masing.
“Harapannya juga bisa menularkan nanti ke sekolah-sekolah atau ke kepala sekolah-kepala sekolah yang lainnya sehingga nanti akan merupakan satu jurusan tersendiri yang akan menjadikan Indonesia lebih baik ke depannya, khususnya di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Munjirin
Sementara itu, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Friesmount Wongso, menyebut kegiatan ini hasil kerja sama antara KPK dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Jakarta Pusat, Selatan, dan Barat.
“Kegiatan hari ini adalah bagian dari pendidikan dan pencegahan untuk mengubah pola pikir kita yang selama ini menganggap yang gratifikasi sebagai kearifan lokal ataupun korupsi-korupsi kecil seperti datang terlambat atau titip absen dan sebagainya itu merupakan bagian dari perilaku korupsi juga,” kata Friesmount.
Inspektur Pembantu Bidang Investigasi Provinsi DKI Jakarta, Supendi, mengapresiasi dukungan Pemkot Jakarta Timur dan KPK dalam memperkuat nilai integritas di kalangan tenaga pendidik. Ia menilai peserta yang terlibat merupakan figur teladan di sekolah.
“Para peserta ini adalah peserta yang terpilih, di mana peserta yang terdiri dari kepala sekolah yang terintegritas juga dan kepala sekolah yang memberikan suatu informasi bisa mengajak kepada guru-guru yang lain dan muridnya yang ada di bawah didikannya,” ujar Supendi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Melalui program ini, pemerintah dan KPK berupaya menanamkan nilai antikorupsi sejak dari keluarga dan lingkungan pendidikan.