Saut Situmorang Gaungkan Antikorupsi Lewat Musik
- 24 Agt 2025 15:41 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Komitmen untuk memberantas korupsi tidak hanya bisa dilakukan melalui jalur hukum dan kebijakan, tetapi juga lewat jalur seni dan budaya. Hal itu ditunjukkan oleh Saut Situmorang, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK periode 2015–2019, yang kini aktif menyuarakan pesan antikorupsi melalui musik.
Dalam acara Grand Launching Yayasan Lestari Budaya Sumatera di Toba Dreams, Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Agustus 2025, Saut melantunkan saksofon dengan lagu berjudul “The Goodness Of God.” Lagu tersebut sarat makna tentang kebaikan dan menjadi medium untuk menyampaikan pesan moral tentang pentingnya melawan praktik korupsi.
Saut menilai musik merupakan bahasa universal yang dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat. “Sejak kecil saya percaya bahwa kejujuran adalah kunci kehidupan. Korupsi merusak segalanya—masa depan anak-anak, pembangunan, hingga rasa percaya masyarakat pada negara. Karena itu, saya ingin menyampaikan pesan ini bukan hanya lewat kata-kata, tapi juga lewat nada,” ujar Saut.
Saat menjabat di KPK, Saut kerap menggunakan musik, film, dan dongeng untuk menyebarkan pesan integritas. Ia pernah memainkan saksofon di Festival Lagu Antikorupsi Bandung tahun 2016, Konser Suara Antikorupsi di Pasar Festival Jakarta, hingga membuka Festival Film Antikorupsi atau ACFFest 2018 dan 2019.
Tidak hanya itu, Saut juga pernah bercerita kepada anak-anak di Bantul, Yogyakarta melalui dongeng, dengan menyisipkan sembilan nilai integritas KPK, yaitu jujur, peduli, berani, mandiri, sederhana, disiplin, bertanggung jawab, adil, dan kerja keras.
Ketua Yayasan Lestari Budaya Sumatera, Henry Manik, menilai seni dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan moral yang berat agar terasa lebih ringan. “Anti-korupsi bukan hanya tugas aparat, melainkan juga gerakan kebudayaan. Seni dapat membuat pesan yang keras menjadi lembut, tapi tetap membekas,” ucap Henry.