YIS Dorong Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pelatihan Kue Kering
- 07 Mar 2026 04:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering Lebaran bagi para ibu rumah tangga di Cilangkap, Depok. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan.
"Kegiatan bertajuk “Resep Viral, Peluang Cuan Maksimal Choco Chips Cookies & Sagu Keju Pandan Gula Aren” yang diikuti 51 peserta ini bertujuan untuk membuka peluang usaha bagi emak-emak. Jadi emak-emak bisa mandiri, sambut lebaran raup cuan,” ujar Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno dalam siaran tertulis, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pelatihan membuat kue kering dipilih karena dinilai memiliki potensi pasar yang besar menjelang Lebaran. Produk kue kering umumnya memiliki permintaan tinggi pada periode tersebut.
"Momen jelang lebaran ini bisa dimanfaatkan untuk buka usaha, kue kering ini misalnya karena memang permintaan sedang tinggi-tingginya," ujarnya.
Diketahui, pada sesi awal program, peserta diajarkan keterampilan membuat dua jenis kue kering, yakni choco chips cookies serta sagu keju pandan gula aren. Kedua menu tersebut dipilih karena bahan bakunya relatif murah, mudah diperoleh, dan dapat dimodifikasi sesuai kreativitas penjual.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pelatihan membuat konten promosi dengan memanfaatkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan, seperti ChatGPT. Para peserta kemudian ditantang untuk langsung membuka pre-order pada hari yang sama. Hasilnya, terkumpul 161 pesanan untuk kedua produk kue kering tersebut dengan harga jual Rp 60.000 per kemasan.
Dari pesanan tersebut, para peserta berhasil mencatatkan total pendapatan sekitar Rp 9.660.000. Program pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan tatap muka. Setelah sesi awal, peserta akan mengikuti pendampingan intensif selama tiga minggu.
Melalui pendampingan tersebut, peserta dapat berdiskusi langsung dengan para pelatih mengenai berbagai tantangan usaha yang dihadapi, sekaligus memperdalam kemampuan dalam membuat konten promosi serta mengoptimalkan strategi pemasaran digital.
“Peserta juga didorong untuk terus mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh, berbagi pengalaman usaha, serta mendapatkan masukan yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan bisnis mereka,” ujarnya.