Riset Ipsos : GenZ Jadi Motor Adopsi Digital Payment
- 24 Feb 2026 13:40 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : Perubahan peran dompet digital dari alternatif metode pembayaran menjadi sebuah ekosistem terpadu dalam satu aplikasi tentu tidak lepas dari peran satu generasi yang tidak sekadar menjadi pengikut arus; namun juga penentu standar dan penggerak dari kebiasaan baru di pasar. Kelompok yang bertindak sebagai akselerator paling agresif dalam ekosistem dompet digital ini adalah Generasi Z.
Studi terbaru Ipsos Indonesia bertajuk “Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape”, menunjukan bahwa GenZ bukan lagi sekadar pengikut tren, sebagai digital natives yang lahir dengan kemudahan akses internet dalam genggaman. Generasi ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap fungsi pembayaran yang dinilai dapat terintegrasi dengan gaya hidup digital.
Andi Sukma, Executive Director Ipsos Indonesia mengatakan, keputusan Generasi Z memilih dompet digital, dipengaruhi oleh beberapa faktor; aspek kepraktisan (57%) dan dompet digital yang menawarkan bebas biaya administrasi untuk berbagai transaksi (49%), mulai dari transfer antar-platform, topup saldo, hingga penarikan tunai. Selain itu, fleksibilitas penggunaan yang bisa di berbagai merchant (48%) juga menjadi faktor penentu.
“Semakin luas jangkauan layanan digital, semakin dalam pula integrasi dompet digital dalam keseharian generasi muda. Melalui hasil survei, aktivitas transaksi GenZ menggunakan dompet digital dalam kebutuhan sehari-hari terkonsentrasi pada beberapa alasan utama, baik untuk berbelanja online, membeli makanan dan minuman, serta kebutuhan Gaming dan layanan digital seperti pembelian pulsa dan bayar tagihan,” ujar Andi Sukma dalam keterangan resminya, Selasa, 24 Februari 2026.
Penggunaan dompet digital oleh Gen Z pada kategori gaming dan layanan digital menjadi area yang semakin menarik untuk ditelusuri. Kategori ini mencakup top-up game, pembelian in-game items, hingga kebutuhan pulsa dan paket data, merepresentasikan gaya hidup Gen Z yang serba cepat dan always-on.
“Dalam konteks ini, dompet digital tidak lagi sekadar alat pembayaran, melainkan enabler utama yang menyediakan akses cepat 24/7 untuk mendukung konsumsi digital yang real-time dan tanpa hambatan,” katanya.
Dalam ekosistem yang bergerak dinamis, metode pembayaran yang mampu mengikuti ritme konsumsi digital menjadi faktor penentu dalam preferensi pengguna, terutama generasi Z. Data menunjukan bahwa untuk kebutuhan top-up game, ShopeePay memimpin dengan 46%, diikuti DANA 28%, GoPay 19%, dan OVO 4%. Lebih lanjut, ketika ditinjau dari persepsi kemudahan proses top-up, ShopeePay kembali unggul dengan 54%, kemudian disusul DANA 22%, GoPay 19%, dan OVO 5%.
Angka ini mengindikasikan bahwa faktor ease of use menjadi determinan utama dalam kategori kebutuhan hiburan seperti gaming dan layanan digital, di mana kecepatan dan kesederhanaan alur transaksi memiliki dampak langsung terhadap pengalaman pengguna.
“Gen Z tidak lagi melihat dompet digital sebagai alat bayar alternatif, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Siapa pun penyedia layanan yang mampu mengintegrasikan hiburan, seperti gaming, dengan kemudahan transaksi dalam satu klik, dialah yang akan memenangkan pasar dalam dekade ini,” ucapnya.
Andi menyampaikan, pasar pembayaran digital Indonesia kini memasuki fase matang. Persaingan tidak lagi hanya soal fitur, tetapi relevansi dengan kebutuhan harian pengguna. Platform yang mampu memberikan manfaat nyata, baik kemudahan maupun penghematan, akan menjadi pilihan utama konsumen.