Semangat Pemuda dalam Aksi Sosial dan Kepedulian Umat

  • 11 Mar 2026 20:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Komunitas Muda Bergerak lahir dari kepedulian sederhana yang muncul di tengah situasi sulit pada tahun 2020. Saat itu masyarakat, khususnya di wilayah Bekasi, menghadapi dua ujian besar sekaligus, yakni banjir yang cukup berdampak bagi warga dan pandemi Covid-19 yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan.

Dalam kondisi tersebut, sekelompok pemuda bersama sebuah keluarga yang memiliki kepedulian sosial mulai mengambil langkah kecil untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dari kegiatan pengumpulan bantuan hingga distribusi logistik bagi korban banjir, semangat gotong royong perlahan berkembang menjadi sebuah gerakan yang lebih terarah.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan yang awalnya dilakukan secara sederhana itu semakin melibatkan banyak anak muda yang memiliki semangat yang sama. Ketika pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas terhenti dan sebagian pemuda harus menjalani masa “dirumahkan”, mereka justru memanfaatkan waktu tersebut untuk berkumpul, berdiskusi, dan menguatkan niat untuk saling membantu sesama.

Dari proses inilah kemudian lahir gagasan membentuk sebuah wadah bernama Muda Bergerak, sebuah komunitas yang mengajak pemuda muslim untuk terus berkontribusi bagi masyarakat melalui aksi nyata dan kepedulian sosial.

Komunitas Muda Bergerak lahir dari kepedulian sederhana yang muncul di tengah situasi sulit pada tahun 2020. (Foto : Anria Prisatiani)

Ketua Yayasan Muda Bergerak Berdaya Anria Prisatiani mengatakan, " Komunitas Muda Bergerak lahir dari kepedulian sederhana yang muncul di tengah situasi sulit pada tahun 2020. Saat itu masyarakat, khususnya di wilayah Bekasi, menghadapi dua ujian besar sekaligus, yakni banjir yang cukup berdampak bagi warga dan pandemi Covid-19 yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan.

Komunitas ini bermula dari kepedulian sederhana kami sebagai keluarga yang melihat kondisi masyarakat saat itu. Namun seiring waktu, Muda Bergerak tidak lagi hanya menjadi milik kami, tetapi menjadi ruang bersama bagi para pemuda yang ingin bergerak dalam kebaikan,” ujar Anria, disaat wawancara dalam acara Obrolan Komunitas, Selasa 10 MAret 2026, melalui sambungan telp.

Saat ini, komunitas Muda Bergerak memiliki sekitar 25 anggota aktif yang rutin mengikuti kegiatan dan pembinaan. Selain itu, komunitas ini juga membuka kesempatan bagi siapa pun untuk terlibat sebagai relawan dalam berbagai kegiatan sosial yang mereka lakukan. Kegiatan internal biasanya diisi dengan pertemuan rutin dua pekan sekali untuk berbagi pengalaman, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menanamkan semangat kepedulian sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Anria percaya bahwa kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang justru dari langkah kecil yang dilakukan bersama, lahir dampak yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. (Foto : Anria Prisatiani)

Bagi para penggeraknya, perjalanan komunitas ini bukan hanya tentang melakukan kegiatan sosial, tetapi juga tentang membangun karakter generasi muda yang peduli dan berdaya. Anria menambahkan, “Kami percaya bahwa kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang justru dari langkah kecil yang dilakukan bersama, lahir dampak yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya,” ungkap Anria.

Dengan tagline “Menjalankan Amanah Menuju Jannah”, Muda Bergerak berharap dapat terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, belajar, dan mengabdikan diri bagi masyarakat melalui semangat kebersamaan dan keikhlasan.

Baca Juga : Rang Minang Merantau Dengan Integritas, Mengabdi untuk Negeri

Baca Juga: Meditasi Cinta Kasih sebagai Jalan Pulang di Bulan Ramadan

Rekomendasi Berita