Apa Itu Silase? Berikut Ini Definisi, Manfaat dan Cara Membuatnya!
- 01 Sep 2024 03:38 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Silase adalah pakan hijauan ternak yang diawetkan. Bahan-bahan tersebut biasanya mudah dicari dan tersedia di lokasi persawahan, seperti rumput gajah, rumput alam, limbah pertanian, seperti jerami padi, jerami jagung, kulit buah kakao, dedak padi, dan lain-lain. Biasanya silase disimpan di kantong plastik yang kedap udara atau silo atau drum.
“Pembuatan silase ini caranya dengan memeram bahan pakan sehingga terjadi proses fermentasi. Saat fermentasi terjadi, bakteri-bakteri seperti lactobacillus sp, bakteri asam laktat, jamur pengurai selulosa dan lainnya akan mengurai bahan secara alami. Enzim yang dihasilkan tersebut akan memperbaiki nilai nutrisi pertumbuhan dan akan meningkatkan daya cerna serat kasar, protein dan nutrisi pakan lainnya,” kata Dr. Wahyu Setyono, S.Pt., M.Sc., dosen Prodi Budi Daya Ternak Sekolah Vokasi UNS di sela-sela kegiatan pelatihan pembuatan silase bagi peternak domba di Desa Plesungan, Karanganyar, Sabtu (10/8/2024)
Kegiatan pelatihan pembuatan pakan silase berbasis hijauan pakan lokal untuk komoditas ternak domba yang menyasar warga Desa Plesungan tersebut didukung oleh Tim Dosen Prodi BDT dan juga mahasiswa yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa.
Menurut Dr. Wahyu, pembuatan silase penting dilakukan untuk memaksimalkan pengawetan kandungan nutrisi pada pakan ternak agar dapat digunakan pada saat kesulitan mendapatkan pakan hijau, seperti saat musim kemarau.
"Semoga melalui pelatihan tersebut warga peternak lebih terbuka wawasannya untuk meningkatkan kemampuan dalam konservasi pakan ternak dengan teknologi silase, sehingga cita-cita terbentuknya pertanian yang terpadu dan berkelanjutan bisa terwujud" ucap Wahyu.
Berikut ini manfaat silase menurut Dr. Wahyu Setyono, S.Pt., M.Sc., yaitu:
1. Untuk meningkatkan daya tahan penyimpanan pakan hijau.
2. Untuk menanggulangi kesulitan pemenuhan kebutuhan pakan hijau pada musim tertentu.
3. Untuk mengurangi frekuensi pemberian pakan hijauan.
4. Untuk mendukung sistem peternakan terpadu
5. Untuk meningkatkan potensi peluang bisnis secara ekonomis dengan memproduksi dan menjualnya.
6. Untuk memanfaatkan hasil limbah pertanian.
Lalu, bagaimana proses pembuatan silase?
Dalam pembuatan pakan silase, terdapat tiga tahap utama yang harus dilakukan yakni,
1. Penyiapan Rumput
Pembuatan pakan ternak silase diawali dengan pemangkasan rumput gajah menggunakan celurit/ chopper. Kemudian, rumput tersebut didiamkan selama satu malam di ruangan terbuka guna mengurangi kadar air yang masih terkandung di dalam rumput, dilanjutkan dengan pencacahan pada rumput gajah tersebut.
2. Pencampuran bahan
Rumput yang telah dicacah ditaburkan dengan bekatul sebagai sumber energi dalam proses fermentasi. Lalu, drum yang digunakan untuk fermentasi diberi molase secukupnya dengan takaran kira-kira sebanyak satu tutup botol. Penambahan molase berguna sebagai starter untuk mempermudah dan mempercepat proses fermentasi pakan ternak sehingga kualitas silase menjadi lebih baik. Selain itu, pakan silase yang ditambahkan molase juga akan menghasilkan produk yang dapat mendorong ternak untuk cepat gemuk. Kemudian, rumput yang telah tercampur dengan bekatul dimasukkan ke dalam drum fermentasi tersebut.
Setelah itu, campuran rumput dan bekatul dipadatkan hingga tidak terdapat ruang lagi bagi udara yang dapat menyebabkan kontaminasi. Selanjutnya, permukaan atas campuran tersebut ditambahkan dengan bekatul sebagai penutup untuk menyerap air selama proses fermentasi. Kemudian, atas permukaan drum fermentasi dilapisi dengan plastik, lalu ditutup dan disegel. Proses pemadatan dan penutupan silo yang baik akan menciptakan kondisi anaerob dan suasana asam dalam silo.
3. Fermentasi
Setelah drum fermentasi ditutup, selanjutnya drum tersebut dibalik dan disimpan pada ruang terbuka, minimal 21 hari atau lebih baik selama 3-6 bulan. Semakin lama waktu fermentasi, maka pakan ternak yang dihasilkan akan semakin harum dan semakin baik kualitasnya. Proses fermentasi dilakukan secara anaerob, yaitu proses pemecahan bahan organik oleh mikroorganisme yang dapat hidup di lingkungan dengan sangat sedikit oksigen terlarut. Oleh karena itu, selama proses fermentasi berlangsung perlu dipastikan tidak terdapat udara atau oksigen dalam drum. Setelah proses fermentasi selesai, selanjutnya penutup drum fermentasi dan lapisan plastik dibuka.
Lalu, apa saja ciri-ciri silase yang berkualitas baik?
1. Rasa dan wanginya asam
2. Biasanya silase yang baik memiliki warna hijau kekuningan, coklat muda, atau kekuningan
3. Tekstur rumput masih jelas (masih berbentuk rumput yang lunak)
4. Tidak berjamur
5. Tidak berlendir
6. Tidak menggumpal
Prinsipnya, silase dapat bertahan selama lebih dari setengah tahun (6 bulan), sehingga persediaan pakan untuk kondisi darurat seperti kelangkaan pakan alami tetap dapat terpenuhi. Akan tetapi, proses pengambilan silase dan pembukaan drum fermentasi tidak boleh dilakukan berturut-turut, serta harus segera ditutup kembali dengan rapat supaya silase tidak mudah rusak dan terkontaminasi. (DR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....