Perbedaan Tanaman dengan Teknik Konvensional dan Hidroponik
- 24 Sep 2024 09:40 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Teknik pertanian hidroponik ditemukan di tahun 1627 oleh Francis Bacon. Dan mulai banyak diteliti dan diterapkan di tahun 1920an ke atas. Prinsip tekhnik ini adalah menumbuhkan tanaman tanpa media tanah, melainkan hanya menggunakan media air dengan penambahan cairan mineral bernutrisi yang diperlukan tumbuhan.
Sementara pertanian konvensional adalah sistem pertanian yang menggunakan tanah sebagai media tanam, yang umumnya diikuti dengan pemberian pupuk kimia dan pestisida untuk mencegah serangan predator dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Penggunaan pestisida mulai marak di pertengahan abad ke 19.
Hermanto (36) salah seorang petani konvensional asal desa Zed kecamatan Mendo Barat kabupaten Bangka menuturkan, bahwa ia memilih teknik tanam konvensional mengingat memiliki lahan yang cukup luas dan dianggap jauh lebih murah.
“ Kalau punya modal lebih memang lebih baik menggunakan sistem hidroponik, tapi kalau kita punya lahan yang cukup luas menggunakan teknik ini biayanya jauh lebih besar karena biasanya kita harus menyediakan media tanamnya yaitu pipa paralon, sementara untuk tanaman tertentu dengan teknik konvensional hanya menggunakan plastik polybag “, kata Hermanto
Sementara itu Andrian (39) petani hidroponik asal desa Karya Makmur kecamatan Pemali kabupaten Bangka memilih teknik tanam hidroponik mengingat terbatasnya lahan namun memiliki kegemaran untuk bercocok tanam sehingga memilih hidroponik sebagai alternatif media menanam dan keuntungan lainnya adalah tanaman lebih terhindar dari bahan kimia seperti pestisida.
“ Sebenarnya keunggulan dari hidroponik ini dapat mengurangi penggunaan pestisida karena tanaman terhindar dari hama dan serangga, hemat air dibandingkan dengan menggunakan media tanah “, kata Andrian.
Mengutip tulisan dr. Qorry Agustin dalam Rethink Health & Healthcare menyebutkan, sebenarnya tekhnik menanam sayur mayur dan buah-buahan yang beragam sudah ada sejak lebih dari dua ratus tahun lalu, namun meningkatnya jumlah penemuan di bidang tekhnologi pertanian serta penelitian di bidang kesehatan dan nutrisi kaitannya dengan jenis pertanian tertentu, membuat permintaan masyarakat akan alternatif lain dari hasil tani konvensional juga meningkat.
Salah satunya adalah, mulai banyak petani yang melirik peluang dan merubah haluan dengan mulai menerapkan sistem pertanian organik atau hidroponik (tanpa pestisida) sebagai alternatif dari sistem pertanian konvensional (menggunakan pestisida dan pupuk kimia).
Berikut perbedaan tanaman dengan teknik Konvensional dan Hidroponik antara lain :
1. Dari segi efisiensi dan hasil Konvensional tergantung pada kondisi alam, hasil panen umumnya lebih rendah. Hidroponik efisiensi dan hasil lebih tinggi karena lingkungan yang terkendali.
2. Untuk persyaratan ruang Konvesional membutuhkan lebih banyak lahan. Hidroponik lebih sedikit ruang yang dibutuhkan karena pertanian vertikal.
3. Dalam penggunaan air dan sumber daya, Konvensional penggunaan air lebih banyak dan kurang hemat energi. Hidroponik menggunakan lebih sedikit air tetapi mungkin membutuhkan lebih banyak energi.
4. Dari resiko kontaminasi Konvensional risiko lebih tinggi karena pertanian di udara terbuka. Hidroponik Risiko lebih rendah karena lingkungan yang terkendali.
5. Biaya investasi dan pemeliharaan awal Konvensional investasi awal lebih rendah tetapi biaya pemeliharaan berpotensi lebih tinggi. Hidroponik investasi awal lebih tinggi tetapi biaya pemeliharaan berpotensi lebih rendah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....