Bullying jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Mental Mahasiswa Baru
- 16 Sep 2024 18:35 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Masa orientasi mahasiswa baru yang seharusnya menjadi ajang perkenalan dan adaptasi dengan dunia kampus sering kali berubah menjadi pengalaman traumatis bagi sebagian mahasiswa. Bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, masih menjadi isu serius yang mengintai setiap awal tahun ajaran di banyak perguruan tinggi di Indonesia.
Infanti Wisnu Wardani seorang Psikolog Klinis dalam dialog bersama Pro 2 Banten, menjelaskan bahwa bullying tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga dapat terjadi melalui media sosial (cyberbullying). Hingga akhirnya pencegahan bullying, terutama yang terjadi di media sosial, menjadi salah satu fokus utama di beberapa kampus.
"Kita bahkan bisa membully seseorang yang tidak kita kenal melalui komentar di media sosial. Kasus seperti ini sering terjadi pada selebriti, tapi bisa dialami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa baru,” ucapnya.
Bullying berpotensi mengalami stres berkepanjangan, depresi, hingga gangguan kecemasan. Mahasiswa yang mengalami bullying sering kali merasa malu dan tidak ingin melaporkan kejadian tersebut karena takut dianggap lemah atau takut mendapat balasan dari pelaku.
"Bullying yang terjadi di masa orientasi dapat mempengaruhi performa akademik mahasiswa. Mereka menjadi lebih cemas, sulit berkonsentrasi, dan sering kali menarik diri dari lingkungan sosial kampus. Dampak jangka panjang dari bullying bisa sangat serius, bahkan beberapa korban dapat mengalami trauma yang bertahan hingga bertahun-tahun setelah insiden tersebut,“ kata dia.
Dengan upaya bersama dari pihak kampus, mahasiswa senior, dan seluruh komunitas kampus, diharapkan fenomena bullying ini dapat ditekan, sehingga masa orientasi bisa menjadi pengalaman positif bagi semua mahasiswa baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....