Cara Kerja dan Jenis-Jenis Speaker Berdasarkan Frekuansi

  • 05 Sep 2024 23:15 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya : Salah satu alat elektronika agar kita dapat mendengarkan musik radio, suara dari televisi atau pun dari lawan bicara kita di ponsel ini karena adanya komponen yang bernama loudspeaker yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan pengeras suara atau lebih sering disingkat dengan speaker yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi frekuensi audio (sinyal suara) yang dapat didengar oleh telinga manusia dengan cara menggetarkan komponen membrannya sehingga terjadilah gelombang suara.

Yang dimaksud dengan “Suara” sebenarnya adalah frekuensi yang dapat didengar oleh telinga manusia yaitu frekuensi yang berkisar di antara "20Hz – 20.000Hz". Adanya suara dikarenakan fluktuasi tekanan udara yang disebabkan oleh gerakan atau getaran suatu obyek tertentu. Ketika obyek tersebut bergerak atau bergetar akan mengirimkan energi kinetik untuk partikel udara di sekitarnya. Hal ini dapat dianologikan seperti terjadinya gelombang pada air. Sedangkan yang dimaksud dengan frekuensi adalah jumlah getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Frekuensi dipengaruhi oleh kecepatan getaran pada obyek yang menimbulkan suara, semakin cepat getarannya makin tinggi pula frekuensinya.

Agar sinyal listrik menjadi suara yang dapat didengar, speaker memiliki komponen elektromagnetik yang terdiri dari kumparan yang disebut dengan voice coil untuk membangkitkan medan magnet dan berinteraksi dengan magnet permanen sehingga menggerakkan cone speaker maju dan mundur.

Voice coil adalah bagian yang bergerak sedangkan magnet permanen adalah bagian speaker yang tetap pada posisinya. Sinyal listrik yang melewatinya akan menyebabkan arah medan magnet berubah secara cepat sehingga terjadi gerakan “tarik” dan “tolak” dengan magnet permanen. Dengan demikian, terjadilah getaran yang maju dan mundur pada cone speaker.

Cone adalah komponen utama speaker yang bergerak. Pada prinsipnya semakin besar semakin besar pula permukaan yang dapat menggerakan udara sehingga suara yang dihasilkan juga akan semakin besar.

Suspension yang terdapat dalam speaker berfungsi untuk menarik cone ke posisi semulanya setelah bergerak maju dan mundur juga berfungsi sebagai pemegang cone dan voice coil.

Berdasarkan frekuensi speaker dapat dibagi menjadi :
- Speaker Twitter menghasilkan frekuensi tinggi (sekitar 2kHz – 20kHz).
- Speaker Mid-range yang menghasilkan frekuensi menengah (sekitar 300Hz – 5kHz).
- Speaker Woofer menghasilkan frekuensi rendah (sekitar 40Hz – 1kHz).
- Speaker Sub-woofer yang menghasilkan frekuensi sangat rendah yaitu sekitar 20Hz – 200Hz.
- Speaker Full Range yang dapat menghasilkan frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi.

Begitulah tahapan bagaimana kita dapat mendengarkan musik radio, televisi atau ponsel dengan adanya komponen speaker. (sumber: teknikelektronika.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....