Gunakan Robot, Operasi Bedah Jarak Jauh Berhasil Diterapkan
- 03 Sep 2024 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indonesia patut berbangga atas keberhasilan operasi bedah dengan metode jarak jauh atau telerobotik (Telerobotic surgery). Operasi terhadap pasien kista ginjal dilakukan tim dokter dari Rumah Sakit Ngoerah, Bali dan RS Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Salah satu dokter yang terlibat dalam operasi telerobotik adalah Prof Ponco Birowo . Dia mengatakan penggunaan robot dalam kegiatan bedah Indonesia masih kurang.
Hanya ada dua rumah sakit yang memiliki robot untuk operasi hanya di RS Ngoerah dan RSCM. Dia berharap operasi bedah jarak jauh, dapat dikembangkan di Indonesia.
"Saat ini di Indonesia robot baru dua rumah sakit dan sayangnya bukan punya pemerintah. Tetapi Pak Menteri janji akan belikan empat," kata Prof Ponco, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Seperti dikutip pada, Selasa (3/9/2024).

Prof Ponco mengatakan kemajuan teknologi pada sektor medis dan kesehatan maka keberhasilan akan sembuh lebih besar. Selain itu, lebih efisien waktu karena dokter dan pasien tidak mesti pada satu tempat.
Dengan teknologi ini, mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sulit sehingga pelayanan kesehatan masyarakat semakin meluas. Keberadaan bedah dengan metode jarak jauh, dapat mengatasi persoalan kekurangan dokter spesialis.
"Manfaatnya kesembuhan lebih cepat dan pasien tidak merasakan sakit. Ini juga mengatasi daerah yang dokter ahli sedikit karena misal operasi di Jakarta dan pasien di daerah sehingga pasien tidak perlu ke Jakarta," ujarnya.

Prof Ponco menjelaskan operasi dengan robot yaitu dokter bedah menggerakan robot. Selanjutnya robot melakukan pembedahan mulai memegang gunting, pinset hingga menjahit.
Layaknya seperti manusia, robot akan bergerak sesuai dengan kontrol dari dokter bedah. Uniknya, robot mampu menjangkau area yang sulit.
"Robotik pergerakan jarum dan gunting kita kendalikan dengan mesin seperti kita main game pakai remot. Ada alat bantu namanya laparoskopi tapi ada keterbatasan misal tidak bisa memutar 360 derajat, kemudian robot bisa menjahit, memegang gunting dan masuk ke dalam," jelasnya.
Pada pelaksanaannya, dibutuhkan teknologi yang mumpuni, kecepatan akses internet yang bagus dan sumber daya yang handal. Pada operasi kista dengan jarak jauh, dibutuhkan persiapan yang lama dan paling penting adalah keselamatan pasien adalah prioritas.
"Dokter harus terlatih, alat bagus dan tidak boleh delay. Ada mitigasi misal ditengah jalan jaringan terputus maka harus ada dokter yang menggantikan langsung," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....