Asal Muasal dan Sejarah Lapis Legit
- 16 Agt 2024 06:30 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Lapis legit adalah kue lapis yang memiliki lapisan-lapisan tipis dan berwarna cokelat keemasan, yang dikenal karena rasa dan teksturnya yang khas. Kue lapis legit memiliki sejarahnya. Berikut sejarah lapis legit menurut Wikipedia.
Lapis legit, juga dikenal dengan nama spekkoek dalam bahasa Belanda, adalah salah satu jenis kue basah tradisional yang berasal dari Indonesia. Kue ini pertama kali dikembangkan selama masa kolonial Belanda di Indonesia dan memiliki kemiripan dengan kue lapis Eropa. Lapis legit dibuat dengan berbagai macam rempah-rempah yang sangat disukai oleh orang-orang Eropa, seperti kapulaga, kayu manis, cengkih, bunga pala, dan adas manis, yang memberikan kue ini cita rasa yang khas dan aroma rempah yang kaya.
Bahan utama untuk membuat lapis legit terdiri dari kuning telur, tepung terigu, gula, dan mentega atau margarin. Kue ini dikenal karena rasa manisnya yang khas dan tekstur yang lembut namun kokoh. Adonan kue dipanggang dalam oven secara bertahap untuk membentuk lapisan-lapisan tipis yang umumnya berjumlah 18 lapisan atau lebih. Karena banyaknya lapisan pada lapis legit, kue ini juga dikenal dengan sebutan "kue seribu lapis."
Di Indonesia, lapis legit sangat populer dan sering disajikan pada acara-acara khusus dan hari raya, seperti Imlek, Lebaran, dan Natal. Kue ini juga sering dijadikan hadiah pada perayaan-perayaan lokal seperti pernikahan dan ulang tahun. Di Belanda, irisan lapis legit biasanya disajikan sebagai kudapan atau hidangan pencuci mulut dalam jamuan rijsttafel.
Nama "spekkoek" dalam bahasa Belanda secara harfiah berarti "kue daging babi" dan merujuk pada penampilan lapisan-lapisan kue ini yang mirip dengan lemak babi. Namun, dalam bahasa Indonesia, kue ini dikenal dengan nama "lapis legit," di mana "legit" berarti manis. Selama masa kolonial, kue ini diperkenalkan oleh orang Belanda ke Indonesia, di mana ia kemudian mengalami adaptasi oleh penduduk lokal. Orang Indonesia memodifikasi resep tersebut dengan menggunakan bahan-bahan lokal dan menambahkan rempah-rempah sesuai dengan selera mereka.
Di kalangan masyarakat Tionghoa, lapis legit memiliki makna yang mendalam dan menjadi sajian wajib pada perayaan Tahun Baru Imlek. Mereka percaya bahwa semakin banyak lapisan pada kue tersebut, semakin berlipat-lipat rezeki yang akan didapatkan.
Lapis legit umumnya memiliki sekitar 18 lapisan atau lebih. Kue ini dibuat dari bahan dasar kuning telur, mentega, tepung terigu, dan gula, dengan kuning telur yang biasanya berasal dari 30 butir atau lebih. Loyang yang digunakan untuk memanggang kue ini biasanya berbentuk persegi dengan ukuran 18 cm x 18 cm atau 20 cm x 20 cm, dan oven yang digunakan dapat berupa oven gas atau oven listrik.
Proses pembuatan lapis legit melibatkan menuangkan sedikit adonan ke dalam loyang dan memanggangnya dengan pusat api yang berada di atas hingga lapisan tersebut berwarna keemasan. Setelah itu, loyang dikeluarkan dan proses ini diulang kembali hingga adonan habis.
Di Indonesia, terdapat berbagai jenis lapis legit dengan variasi rasa, seperti maksuba, lapis legit Pontianak, lapis legit Bangka, lapis legit Lampung, dan lapis legit gulung. Variasi rasa termasuk keju cheddar, buah prun, pandan, atau cokelat. Rasa pandan dan cokelat biasanya diperoleh dengan mencampurkan pasta kue. Beberapa variasi lapis legit mungkin tidak menggunakan rempah-rempah dan tepung terigu, dan beberapa resep juga menambahkan banyak mentega dan susu .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....