Lakukan 11 Hal Ini Agar Anak Bisa Membaca

  • 01 Jul 2024 20:04 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Menurut Kemendikbud, penguasaan membaca tidak wajib dimiliki oleh anak-anak usia PAUD (3-5 tahun) karena keterampilan ini baru akan diajarkan secara formal di jenjang sekolah dasar.

Anak-anak justru sebaiknya mulai diajarkan membaca dengan maksimal pada usia 4-6 tahun. Sebab, ini merupakan masa emas bagi perkembangan kognitif otaknya. Dalam artian, mereka sudah bisa menyerap pelajaran dan meniru dengan cepat.

Meski begitu, tahukah bunda bahwa anak-anak sebenarnya sudah mulai bisa mengenali huruf-huruf yang umum (seperti a, i, u, e, dan o) di usia 2-3 tahun? Ini artinya, Bunda dan Ayah sudah bisa mulai mengajari si Kecil membaca alfabet bahkan sejak dini, lho!

Berikut adalah berbagai cara mengajari anak membaca, termasuk mengenalkannya huruf, mengeja, sampai melatihnya membaca secara penuh.

1. Bacakan Buku dengan Nyaring

Supaya si Kecil punya minat membaca sejak dini, penting bagi Bunda untuk memperkenalkannya dengan aktivitas membaca. Misalnya, membacakan buku dengan suara nyaringsejak dini, Bun. Coba pilihlah buku cerita bergambar yang alur ceritanya mudah dan tokoh-tokohnya yang disukai anak.

Bacalah setiap kata dengan suara lantang, intonasi jelas, dan ekspresi sesuai konteks cerita. Kenapa begitu? Ini bertujuan untuk memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak bunda.

Selain itu, sebuah studi menjelaskan bahwa rutin membacakan buku cerita dongeng mampu meningkatkan kosa kata dan daya ingat anak, dan pada akhirnya menanamkan keinginan untuk membaca dan belajar membaca.

Lama kelamaan, bunda bisa mengajari anak membaca tanpa mengeja dengan menunjukkan seperti apa suara ketika membaca suatu kata tanpa mengeja dengan lancar. Lalu, minta si Kecil untuk membaca kembali halaman yang sama yang baru saja bunda baca tanpa mengeja.

2. Minta Anak Memilih Buku Sendiri

Bun, kadang-kadang buku yang kita anggap bagus, ternyata bisa jadi tidak menarik bagi si Kecil. Oleh karena itu, coba biarkan ia memilih bukunya sendiri agar ia semakin tertarik untuk membaca.

Bunda disarankan untuk membacakan buku favorit anak berulang kali. Bunda juga perlu mendorong anak menggunakan jarinya untuk menunjuk kata yang sedang dibaca.

Minta si Kecil mengulang kata-kata yang sederhana di dalam buku, atau meneruskan kata dengan membaca susunan hurufnya. Dengan setiap kali membaca, lama-kelamaan Bunda mungkin akan melihat si Kecil membaca tanpa mengeja sedikit lebih mudah dan lebih cepat.

Cobalah untuk melibatkan anak dengan menanyakan apa yang akan terjadi dalam cerita yang dibacakan. Sebagai contoh, bunda bisa menanyakan, “Apa yang akan terjadi pada anak kucing, ya, nak?” atau “kira-kira si kancil akan pergi ke mana ya?”.

Langkah ini bisa membantu anak melihat hubungan antara kata-kata yang bunda ucapkan dan kata-kata yang tertulis pada buku cerita favoritnya.

3. Mengenalkan Kosakata dengan Bernyanyi

Kegiatan yang menyenangkan akan membuat si Kecil bersemangat dalam belajar membaca. Salah satu cara mengajari anak membaca adalah dengan bernyanyi.

Ya! bunda bisa menyanyi saat mengenalkan kosakata baru. Dengan cara ini, anak-anak akan menikmati aktivitas membaca tanpa menyadari bahwa mereka sedang belajar.

Misalnya, ajak anak mendengar dan menyanyikan berbagai lagu anak yang liriknya sederhana. Mulailah dengan mendengarkan dan menyanyikan lagu paling dasar dalam mengenal huruf, seperti ABC. Selanjutnya, dengarkan dan nyanyikan lagu anak-anak lain seperti “Balonku”, “Pelangi”, atau “Tik Tik Bunyi Hujan”. Bunda bisa sering-sering memutar ulang lagu-lagu tersebut supaya anak mengingat setiap kata dan lirik lagunya.

Setelah itu, Bunda bisa mengajak anak untuk menyanyikan lagu sambil mengeja. Misalnya kata balon, dieja H-U-J-A-N. Ini merupakan strategi belajar membaca lewat lagu yang melibatkan gabungan teknik ejaan dan nyanyian dengan musik (nada atau lagu).

Awalnya, anak-anak mungkin akan menyanyikan lirik kata yang sudah lebih dulu dihafalnya. Namun, Bunda bisa dengan mudah memindahkannya ke pendekatan fonik, yaitu mengenali hubungan antara huruf dan bunyi, serta meminta anak mengidentifikasi huruf yang membuat suara yang ia nyanyikan.

Cara mengajarkan anak membaca dengan kegiatan menyenangkan ini menjadi langkah yang baik bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan literasi, sehingga mempersiapkannya untuk lebih fasih membaca di kemudian hari.

4. Minta Anak Mengeja Kata yang Dilihat

Cara mengajari anak membaca tidak melulu lewat buku, bun. Belajar membaca bisa dilakukan dalam berbagai kesempatan. Misalnya saat menonton televisi, atau sedang jalan-jalan ke luar rumah.

Contoh, saat bunda dan si kecil sedang menonton kartun kesukaannya, kemudian terdapat tulisan “A-Y-A-M," bunda bisa meminta anak untuk mengeja, “nak, coba deh eja kata "A-Y-A-M".

Bisa pula saat Bunda dan anak sedang jalan-jalan di luar rumah, minta ia mengeja sebuah kata yang terdapat dalam billboard atau spanduk.

Sebagai contoh, kata tersebut berbunyi, "HALO" lalu bunda bisa meminta si kecil mengejanya, “nak, coba deh lihat kata di depan itu ada huruf apa aja?” Kemudian bunda bisa membantunya membaca kata tersebut “H-A-L-O"dibacanya jadi HALO, ya, nak”.

Cara mudah untuk mengajarkan anak membaca ini bisa membuat mereka memahami huruf apa yang harus digunakan untuk mengucapkan kata-kata tersebut.

5. Membangun Kebiasaan Membaca

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bun. Membaca adalah proses belajar yang hasilnya tidak bisa dirasakan secara instan. Ini artinya, cara mengajari anak membaca tanpa mengeja juga perlu pembiasaan. Jika anak bunda sudah terbiasa membaca buku sejak kecil, maka kebiasaan ini dapat diteruskan sampai ia dewasa.

Oleh karena itu, salah satu cara menumbuhkan kebiasaan membaca adalah dengan rutin meluangkan waktu setiap hari untuk membacakannya buku.

Bunda atau ayah juga bisa memilih waktu sebelum tidur di malam hari saat anak sudah bisa bersantai. Kebiasaan membaca ini akan membantu anak dalam suasana hati yang lebih rileks.

Meski begitu, orang tua bisa memilih waktu kapan saja membacakan buku untuk anak bila suasana hatinya (mood) sedang baik.

Coba alokasikan waktu sebanyak 15 menit tiap harinya. Waktu ini bisa dibagi dalam tiga sesi, sehingga masing-masing sesi membaca hanya berlangsung selama lima menit.

6. Mengenalkan Anak pada Lingkungan Membaca

Cara mengajari anak membaca berikutnya adalah dengan membiasakannya dengan lingkungan membaca. Misalkan, bunda bisa membuat pojok baca di rumah yang berisi buku-buku favorit semua anggota keluarga.

Agar si kecil tidak bosan belajar di rumah, bunda juga bisa mengajaknya pergi ke toko buku atau perpustakaan. Tempat-tempat ini memungkinkan anak-anak melihat dan menjelajahi banyak buku.

Sering-sering mengajak anak ke tempat yang punya banyak koleksi buku-buku menarik juga bisa menjadi cara memperkenalkan mereka terhadap kebiasaan membaca dan keinginan untuk gemar membaca di kemudian hari.

Sesampainya di sana, biarkan anak-anak memilih buku yang mereka sukai. Selanjutnya, Bunda bisa membacakan buku tersebut bersama-sama dengan si Kecil.

7. Beri Label pada Barang-Barang di Rumah

Memberikan label pada barang-barang di rumah ternyata juga bisa menjadi cara mengajari anak membaca tanpa mengeja, lho, bun! Karena ini memungkinkan mereka untuk mengenali huruf-huruf dan mengejanya. Bagaimana caranya?

Caranya, bunda bisa menempelkan label pada sejumlah benda yang ada di rumah. Misalnya, di kulkas, kursi, meja, lemari, jendela, atau pintu. Dengan cara ini, anak dapat belajar cara pengucapan sekaligus membaca nama masing-masing benda tersebut.

Ketika anak mulai memahami konsep ini, bunda dapat melepas labelnya dan meminta mereka menempelkannya kembali sesuai dengan nama yang tertulis pada label.

8. Buat Kartu Alfabet

Membuat kartu berisi alfabet juga bisa menjadi cara mengajari anak membaca, bun. Kartu alfabet dapat membantu anak belajar mengenal huruf individu dari sebuah teks tertulis, sekaligus mengenal huruf dan suara, literasi visual, kesadaran fonemik, dan kemampuan mengurutkan.

Dengan belajar baca menggunakan kartu alfabet ini, si Kecil dapat mulai menyocokkan bentuk atau urutan huruf dengan kata-kata yang ia sering dengar, juga gambar atau benda yang sering dilihatnya. Misalkan, “M-E-J-A” yang diucapkan “meja” yang selanjutnya ia asosiasikan dengan benda berkaki berbentuk persegi panjang di rumah.

Langkah ini penting dalam mengajarkan anak membaca dan menunjukkannya bahwa ia memahami kata-kata tertulis sebagai benda atau gagasan.

Terlebih, bila anak sedang membaca buku cerita atau melihat kata-kata di sekitarnya, kemudian mengenali bahwa kata-kata yang tercetak termasuk huruf yang diketahui, sebetulnya si Kecil sedang memproses sendiri untuk belajar membaca.

Nah, anak-anak yang mulai mengenal alfabet sejak usia dini lebih mungkin untuk mempelajari kosakata dan belajar mengeja lebih cepat.


9. Menanamkan Kesadaran Fonemik

Membaca adalah kemampuan belajar yang tidak terjadi begitu saja, Bun. Anak-anak perlu diajari cara mengasosiasikan bunyi dengan huruf, yang disebut juga fonemik.

Kesadaran fonemik adalah langkah penting dalam belajar membaca. Jadi, anak akan belajar seolah tidak seperti sedang belajar membaca dalam arti sesungguhnya.

Anak akan merasa seperti sedang bermain karena dilakukan sambil bernyanyi, bersajak, atau mempermainkan bunyi huruf, suku kata, atau kata.

Anak-anak dengan kesadaran fonemik akan memahami bunyi dalam kata-kata yang diucapkan. Untuk melatih kesadaran fonemik, bunda bisa mengajak anak menyanyikan lagu berima. Misalnya, lagu berjudul “Matahari Terbenam” atau “Cicak di Dinding”. Lagu seperti ini akan membantu anak mengenali bunyi-bunyi bahasa.

10. Menanamkan Kesadaran Fonik

Selanjutnya, si Kecil perlu memahami fonik sebagai salah satu cara mengajari anak membaca. Anak dengan kesadaran fonik akan mengetahui bahwa huruf yang dilihatnya berhubungan dengan suara.

Beberapa anak mungkin tidak memerlukan banyak bantuan fonik dalam membaca. Namun, kesadaran fonik penting bagi anak-anak dan mereka yang mengalami sulit membaca.

Dalam menanamkan kesadaran fonik, Bunda bisa menunjukkan huruf-huruf pada si Kecil. Kemudian, si Kecil diajak membunyikan huruf tersebut.

Akan lebih mudah jika bunda menggunakan buku belajar membaca yang lebih banyak variasi kombinasi huruf dan kalimatnya. Dengan cara ini, bunda tidak perlu bingung menyusun kata-kata dan anak akan memiliki lebih banyak materi untuk dipelajari. Namun, jangan lupa sesuaikan dengan kemampuan si kecil ya, bun.

11. Berikan Pujian Atas Keberhasilannya

Bunda dan ayah bisa memberikan anak pujian saat si Kecil sudah berhasil mengeja dengan baik. Misalnya, “hore, kakak sudah pintar!”, atau “Pintarnya anak bunda, besok kita belajar kata yang lain, ya”. Pujilah si Kecil karena berani membaca lantang di depan keluarga.

Jika perlu, bunda dan ayah dapat memberikan hadiah agar berhasil belajar membaca secara bertahap. Hadiah sederhana berupa makanan atau minuman kesukaannya di akhir sesi belajar bisa membuat si Kecil senang dan mendorongnya untuk lebih semangat dalam belajar membaca.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....