Mengenal Program Studi Ilmu Ekonomi UGM yang Sumbangkan Analis Handal
- 23 Mei 2024 14:51 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Nama Prof. Boediono tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-11 Indonesia tersebut adalah salah satu alumni dan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menekuni Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.
Selain Prof. Boediono, Prodi Ilmu Ekonomi FEB UGM juga tercatat mencetak ribuan alumni yang sukses bekerja di berbagai sektor. Prodi Ilmu Ekonomi memang memiliki prospek kerja yang cukup menjanjikan dan permintaan terhadap lulusan ini cukup tinggi di berbagai sektor. Baik di lembaga pemerintahan, swasta, BUMN, peneliti, dan masih banyak lainnya.
Setiap tahunnya, Prodi Ilmu Ekonomi ramai diperebutkan calon mahasiswa baru di setiap jalur seleksi masuk UGM. Pada tahun 2023 lalu, jumlah pendaftar prodi ini mencapai 2.851 orang dengan tingkat selektivitas mencapai 1:24. Artinya hanya ada satu pendaftar yang diterima dari setiap 24 orang. Selektivitas masuk prodi ini tergolong tinggi dengan acceptance rate mencapai 5 persen.
Prodi ini dikenal dengan reputasi akademik yang kuat dan kemampuan dalam menjaga kualitas secara berkelanjutan. Hal tersebut dibuktikan dengan capaian akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Selain itu, Prodi Ilmu Ekonomi merupakan salah satu yang masuk dalam lingkup terakreditasi oleh The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Bahkan, dalam hasil pemeringkatan QS WUR by subject 2024, prodi ini menempati ranking 151-200 dunia.
Kepala Prodi Ilmu Ekonomi FEB UGM Sekar Utami Setiastuti, Ph.D., mengungkapkan prodi ini tergolong unik. Meskipun masuk ke dalam kluster sosial humaniora, mahasiswa prodi Ilmu Ekonomi tidak hanya belajar memahami fenomena sosial. Namun, menggunakan pendekatan kuantitatif.
“Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi perlu mempelajari bidang ilmu matematika sebagai alat untuk melakukan analisis dalam teori ekonomi. Selain itu, kemampuan untuk memahami matematika diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan di bidang ekonomi melalui pengolahan data statistik,” katanya pada Senin (22/5/2024).
Pemahaman matematika yang kuat sangat diperlukan untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing di level internasional. Bahkan di sejumlah universitas luar negeri seperti Princeton, MIT, Brown, NYU, Yale, dan Columbia mengelompokkan ekonometrika dan ekonomi kuantitatif masuk dalam kategori STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Sekar mengatakan Prodi Ilmu Ekonomi memiliki visi untuk menjadi prodi sarjana ilmu ekonomi terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara dalam memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu ekonomi. Lulusan yang dihasilkan diharapkan menguasai kompetensi untuk berpikir kritis dan analisis yang kuat dalam menyelesaikan persoalan.
“Pada kurikulum 2024 kita akan membuka dua mata kuliah baru yaitu Ekonomi Sirkular dan Keseimbangan dan Keberlanjutan Bumi. Kedua mata kuliah tersebut melengkapi portofolio mata kuliah terkait lingkungan yang sebelumnya ada Ekonomika Lingkungan dan Ekonomika Energi,” katanya.
Selain menghadirkan aspek keberlanjutan dalam mata kuliahnya sebagai upaya menumbuhkembangkan pemimpin masa depan yang mengembangkan aspek keberlanjutan, Sekar menyebutkan Prodi Ilmu Ekonomi FEB UGM juga menawarkan pengalaman bagi mahasiswa international undergraduate program (IUP) untuk mendapatkan paparan internasional.
Hal itu diwujudkan melalui double degree program dan exchange program dengan beberapa universitas mitra di luar negeri misalnya The University of Melbourne, Erasmus School of Economics (Rotterdam), University of Groningen, University of Hull, Saxion University of Applied Sciences, dan Hochschule Pforzheim. Melalui program itu mahasiswa diharapkan bisa memperoleh pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperluas jejaring di dunia internasional. (r-dev/wulan/par)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....