Serba Serbi Perayaan Ulang Tahun

  • 10 Mei 2024 16:20 WIB
  •  Sintang

KBRN,Sintang:Ulang tahun merupakan salah satu peristiwa yang seharusnya mengingatkan kita akan kehidupan dan mengingatkan kita bahwa usia kita bertambah setiap waktunya. Ulang tahun juga adalah tradisi yang dirayakan masyarakat sedunia.

Dirangkum dari berbagai sumber berikut kita bahas serba serbi perayaan ulang tahun.


1. Asal Usul

Menurut sejarah, perayaan ulang tahun pertama kali terjadi di Mesir. Firaun yang merupakan pemimpin tertinggi di Mesir pada 3000 SM diyakini dapat berinteraksi dengan para dewa sehingga ia sangat dihormati oleh masyarakat. Tradisi ulang tahun sendiri bermula dari penanggalan yang ditemukan pada zaman Mesir Kuno.


2. Tradisi dan Simbol

Make a wish bertujuan untuk mengungkapkan permohonan dan rasa syukur ini berawal dari masyarakat Yunani Kuno yang percaya bahwa asap adalah salah satu sarana dalam menyampaikan pesan dan permohonan kepada dewa.

Balon, yang sekarang menjadi simbol kegembiraan dalam perayaan ulang tahun juga memiliki asal usul. Balon pada zaman dahulu terbuat dari usus dan kandung kemih binatang yang kemudian diisi dengan air. Suku Aztec tidak mengisi balon dengan air, melainkan dengan udara dan membentuknya seperti binatang untuk dipersembahkan pada para dewa.

Kue Ulang Tahun pertama diberikan di kuil Artemis dengan lilin di atasnya yang bermakna sebagai sinar dan kilauan cahaya rembulan. Di era Yunani Kuno, Artemis merupakan dewi hewan liar, pemburu, dan kelahiran. Dia juga dikenal dengan sebutan “Bulan“.

Selain balon, Kartu Ucapan Ulang Tahun juga tidak pernah ketinggalan. Budaya pemberian kartu ucapan ulang tahun diawali di Inggris sejak lebih dari satu abad yang lalu. Sebenarnya, kartu ucapan ini diberikan kepada seseorang yang berulang tahun karena si pemberi tidak bisa menghadiri perayaan. Tetapi saat ini justru kartu ucapan menjadi satu keharusan pada saat memberikan kado pada yang berulang tahun.

Selanjutnya lagu Happy Birthday to You berasal dari lagu Good Morning to All yang ditulis oleh Patty Hill dan Mildred J Hill pada tahun 1893. Lagu ini dinyanyikan untuk mengawali pembelajaran di kelas. Pada tahun 1924, Coleman mempublikasikan sebuah buku lagu dengan irama hampir mirip dengan Good Morning to All. Hanya saja ada beberapa tambahan lirik yang baru.


3. Evolusi Tradisi

Tradisi perayaan ulang tahun telah mengalami evolusi sepanjang sejarahnya. Awalnya, perayaan ini hanya terbatas pada kaum pria di Romawi kuno. Pada masa ini tradisi memberi kado mulai dijalankan. biasanya kado yang berharga adalah tepung terigu, minyak zaitun, madu dan keju parut. Namun, di abad ke-12, perempuan Romawi juga diperbolehkan merayakan hari lahir mereka. Di abad ke-18, perayaan ulang tahun mulai menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke China.

Di Jerman, perayaan ulang tahun anak-anak haruslah ramah dan menyenangkan. Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, dibuatlah kue ulang tahun yang awalnya berbentuk roti. Lalu di atas roti diberi lilin-lilin yang bila ditiup mitosnya dapat mengabulkan harapan dan sebagai simbol keberuntungan.

Nah pada masa revolusi industri, kue ulang tahun dibuat lebih mewah dan manis, sebagai simbol manisnya pertambahan usia. Pada masa itu, roti dianggap sebagai makanan kelas biasa yang bisa dinikmati semua kalangan. Maka diciptakan kue-kue manis yang bentuknya cantik untuk perayaan ulang tahun keluarga-keluarga kaya. Tapi pada akhirnya, saat semua orang sudah bisa membeli bahan kue dan bisa membuat kue ulang tahun, tradisi ini menyebar ke seluruh dunia.


4. Perubahan Makna

Karena kepercayaannya bahwa manusia dilahirkan dengan "dosa leluhur", gereja Kristen menganggap perayaan ulang tahun sebagai hal yang tabu selama beberapa ratus tahun. Baru sekitar abad ke-4 orang Kristen berubah pikiran dan mulai merayakan hari lahir Yesus yang sekarang ini dikenal dengan hari Natal.


5. Perayaan Ulang Tahun di Dunia

Setiap budaya memiliki tradisi unik dalam merayakan ulang tahun. Di China, perayaan ulang tahun anak yang kedua dianggap sebagai yang terpenting karena melambangkan keberuntungan.

Di Inggris, orang yang berulang tahun mungkin mendapatkan kue fortune telling cookies, yang diyakini akan membawa keberuntungan jika terdapat koin di dalamnya.

Sementara di Indonesia, khususnya di Solo, Jawa Tengah, terdapat tradisi unik yang disebut "bancaan", di mana anak yang berulang tahun mengundang teman-temannya untuk menikmati nasi pincuk bersama.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....