Pentingnya Sedekah dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 01 Mei 2024 07:47 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Mereka selalu membutuhkan bantuan dan pertolongan dari sesamanya. Maka dari itu, Islam mensyariatkan sedekah sebagai salah satu sarana untuk saling menolong antarsesama. Tentunya tujuan yang paling utama adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu wa ta’aalaa. Sedekah adalah memberi secara sukarela harta atau bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Sedekah bukanlah suatu kewajiban, tetapi adalah perbuatan baik yang bernilai pahala. Makna sedekah secara umum yaitu meliputi seluruh amal kebajikan dan meninggalkan kemungkaran. Aturan dalam sedekah lebih bebas dibanding zakat atau infak.

Menurut Ibnul Mandzur dalam kitab Lisanul ‘Arab menjelaskan tentang sedekah dapat ditinjau dari segi bahasa yaitu Shaddaqa‘alaih, artinya apa yang kamu berikan kepada kaum fakir karena Allah Subhaanahu wa ta’aalaa.”

Orang yang memberikan sedekah disebut Al-Mutashaddiq, sedekah berasal dari kata Ash-Shidqu yang artinya benar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sedekah dapat bermakna a’tha yang artinya memberi. Sedangkan menurut Ahmad Athiyatullah mengatakan dalam Al-Qamus Al-Islami. Shadaqah dengan memfathahkan huruf pertama dan kedua adalah apa yang diberikan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa tanpa paksaan".

Demikian dapat kita lihat dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Dzarr Radhiyallahu’anhu: Dari Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada sejumlah orang sahabat Rasulullah Shallahu ‘alahi wa sallam berkata kepada beliau, wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka".

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah, Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, mengajak pada kebaikan (makruf) adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah," Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang diantara kami melampiaskan syahwatnya lalu mendapatkan pahala di dalamnya, Beliau bersabda, Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah akan mendapatkan dosa, Demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka ia mendapatkan pahala”, (HR. Muslim).

Dalam shahih Muslim disebutkan juga bahwa sendi manusia berjumlah 360 (tsalatsu mi’ah wa sittun) buah. Sendi tersebut dapat menghubungkan berbagai anggota tubuh, sehingga dapat mewujudkan kesatuan gerak. Disamping membutuhkan asupan gizi yang cukup, kesatuan gerak sendi perlu juga membutuhkan energi rohani sehingga sendi-sendi yang banyak tersebut dapat beramal kebajikan dan mudah menghindar dari keburukan. Sedekah itulah yang menjadi asupan gizi bagi sendi-sendi yang dibutuhkan oleh tubuh kita setiap hari. Dengan sedekah, kesejahteraan umat dapat dibangun dengan baik dan kerukunan sosial dapat terjalin dengan baik juga. Banyak manfaat dan keistimewaan yang dapat diperoleh atau dirasakan oleh pelaku sedekah. Diantaranya yaitu terhindar dari bencana dan musibah, mendapat rezeki berlimpah, dan sebagainya.

Wallaahu A'lam Bishshawaab

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....