Budaya Lokal Di Era Tradisi Gen Z

  • 21 Feb 2024 18:43 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo : Dalam sebuah dialog Siaran Budaya Nusantara RRI , para ahli budaya dan komunikasi mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z dalam melestarikan budaya lokal di tengah era digitalisasi yang semakin merajalela.

Dr. Suleman Bouti, seorang pengamat budaya dan akademisi, menyoroti perubahan perilaku Generasi Z yang semakin tertarik dengan budaya-budaya asing yang mudah diakses melalui internet. Namun, ia juga menegaskan pentingnya peran generasi sebelumnya, yakni Generasi X dan Millenial, dalam memberikan pendidikan dan pengawasan kepada Generasi Z agar mereka tetap terhubung dengan akar budaya mereka.

"Pendidikan dan pengawasan dari generasi sebelumnya sangatlah penting. Generasi Z adalah hasil dari upaya kita dalam melestarikan budaya, dan mereka akan menjadi penjaga kekayaan budaya bagi generasi yang akan datang," ungkap Dr. Suleman, Rabu (21/2/24)

Abdul Wahab Thomas, seorang pakar komunikasi dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menambahkan bahwa Generasi Z memiliki cara tersendiri dalam melestarikan budaya melalui media sosial. Dalam pandangannya, media sosial dapat menjadi alat untuk mengeksplorasi lebih dalam budaya lokal.

"Dalam kacamata Generasi Z, media sosial bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk belajar dan mengenal budaya. Mereka secara tidak langsung sedang mempelajari budaya melalui platform yang mereka gemari," papar Abdul Wahab.

Namun demikian, tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z tidaklah kecil. Dominasi budaya asing di media sosial, terutama melalui platform seperti Instagram dan TikTok, dapat mengancam keberlangsungan budaya lokal. Generasi Z perlu tetap waspada dan menjaga kekayaan budaya mereka agar tidak hilang tersapu arus globalisasi digital.

Perkembangan teknologi membuka pintu lebar bagi Generasi Z untuk menjelajahi budaya dari berbagai penjuru dunia. Namun, sebagai penjaga kekayaan budaya, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk tetap terhubung dengan akar budaya lokal dan menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....