Inilah Aturan Baru SNPMB 2024
- 08 Des 2023 16:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2024 mengalami sejumlah perubahan. Peserta yang lulus seleksi jalur prestasi tidak dapat lagi mendaftar di jalur tes dan mandiri.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Ganefri mengatakan, siswa yang lolos dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dilarang mengikuti tes jalur lain. Baik Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur Mandiri yang menggunakan nilai UTBK.
"Siswa yang dinyatakan lulus seleksi jalur SNBP 2024 tidak dapat mendaftar seleksi jalur Mandiri di PTN mana pun. Ini (aturan) yang baru, jadi tolong sama-sama kita sampaikan," kata Ganefri dalam konferensi pers Peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru SNPMB PTN Tahun 2024 di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta, Jumat (8/12/2023).
Oleh karena itu, lanjut Ganefri, siswa yang mengisi pilihan di jalur prestasi harus dengan matang memikirkan jurusan yang dipilih. Sehingga ketika sudah diterima di Peguruan Tinggi Negeri, kemudian justru tidak diambil.
"Kalau dia hanya ingin masuk di satu Prodi A sesuai passion, minat bakat, ya, diambillah itu. Tapi kalau dia ingin coba-coba ambillah pilihan kedua ternyata lulus pilihan kedua kemudian tidak diambil, kalau dulu masih bisa ikut mandiri kalau sekarang tidak bisa dia ikut mandiri," katanya, menekankan.
Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan jumlah peserta yang mendaftar ulang di jalur SNBP. Selain itu, aturan lainnya adalah siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi jalur SNBP 2024, SNBP 2023 dan SNMPTN 2022 tidak dapat mendaftar SNBT 2024.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Diktiristek Nizam. Menurutnya, perubahan aturan ini agar membuat sistem penerimaan semakin baik dari tahun ke tahun.
Selain itu juga untuk mengakomodir dinamika transformasi pendidikan. Khususnya terjadi empat tahun ke belakang.
"Selama ini yang masuk di satu jalur ikut lagi di jalur berikutnya karena belum mantap di pilihannya atau karena keterima di pilihan kedua. Nah, ini kita coba hindari karena ini menyebabkan kosongnya bangku di perguruan tinggi," kata Nizam.
Nizam mengatakan, bangku kosong itu membuat banyak pihak rugi. Bukan hanya PTN, tetapi juga siswa yang harusnya dapat mengisi bangku kosong ini jadi tidak punya kesempatan.
"Perguruan tinggi rugi, masyarakat rugi karena bangku kosong tadi. Itu salah satu yang ingin kita coba hapus atau hindari di tahun ini," ucap Nizam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....