Manfaat Bioteknologi Kelautan Ciptakan Pembangunan Ekonomi Biru

  • 14 Okt 2023 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Bioteknologi merupakan ilmu yang mengkombinasikan biologi dan teknologi untuk menciptakan produk yang berguna bagi manusia dan lingkungan hidup. Bioteknologi semakin berkembang, termasuk penggunaan organisme hidup seperti mikroorganisme, tumbuhan atau hewan, serta teknik rekayasa genetika.

Hasilnya bisa untuk membuat produk-produk seperti obat-obatan, vaksin, enzim, makanan, biofuel, dan lainnya. Demikian disampaikan Freude TP Hutahaean, Ahli Madya Analis Pengelolaan Jasa Kelautan, Direktorat Jasa Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurut Roy, sapaan akrabnya, bioteknologi juga dapat digunakan untuk meningkatkan perikanan, kesehatan manusia, perlindungan lingkungan, dan keindustrian. Bioteknologi Kelautan adalah cabang ilmu bioteknologi yang fokus pada penggunaan organisme, molekul, atau teknik biologi dalam konteks kelautan.

“Bioteknologi kelautan mencakup berbagai bidang seperti bioprospekting (penelitian potensi biologis dari organisme laut), bioremediasi (penggunaan organisme laut untuk membersihkan polusi), biotransformasi (penggunaan organisme laut dalam mengubah senyawa), produksi makanan dari sumber daya laut. Juga pengembangan bioteknologi untuk budidaya organisme laut, serta penggunaan bioteknologi dalam konservasi ekosistem dan spesies laut yang terancam punah,” kata Roy.

Menurut Roy, ekonomi biru merujuk pada pendekatan pembangunan ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan berkelanjutan dan berwawasan laut. Yakni terhadap sumber daya dan potensi ekonomi yang dimiliki oleh wilayah laut dan pesisir.

Ekonomi biru melibatkan sektor-sektor ekonomi yang terkait dengan laut. Seperti perikanan dan aquakultur, pariwisata, transportasi laut, energi terbarukan, serta industri dan teknologi kelautan.

“Prinsip utama ekonomi biru adalah menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan ekosistem laut, sambil mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan ini mempertimbangkan hubungan yang erat antara ekonomi, lingkungan, dan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya laut,” ujar Roy, menjelaskan.

Sedangkan, tujuan utama ekonomi biru, adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan yang dimiliki suatu negara atau wilayah. Melalui pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan, serta pengembangan berbagai sektor ekonomi yang berbasis pada potensi laut.

Tujuan ini juga mendorong inklusi sosial dan berkeadilan, dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal, hak-hak nelayan, serta kearifan lokal. Ekonomi biru memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan inovasi di sektor kelautan dan pesisir.

"Namun, penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan laut dalam implementasi ekonomi biru. Sehingga pembangunan yang berkelanjutan dan kearifan lokal dapat dicapai,” papar Roy.

Tak bisa dihidari, lanjut Roy, bioteknologi kelautan dan pembangunan ekonomi biru saling berhubungan dan memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan ekonomi biru. Merujuk pada pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

“Melalui bioteknologi kelautan, kita dapat mengembangkan teknologi dan produk berbasis kelautan yang inovatif dan berkelanjutan. Contohnya, bioteknologi kelautan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sumber daya energi terbarukan, seperti biofuel dari mikroalga, atau penerapan bioteknologi,” ucap Roy, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....