Kenali Apa itu Fenomena 'Supermoon' dan Awal Munculnya

  • 30 Agt 2023 10:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Fenomena Supermoon Akan Menghiasi Langit Indonesia pada 30-31 Agustus 2023. Supermoon merupakan salah satu peristiwa alam yang tidak boleh dilupakan dan layak diabadikan.

Dirangkum berbagai sumber, Supermoon adalah peristiwa di mana Bulan terlihat lebih besar, terang dan dekat dari biasanya. Supermoon terjadi ketika orbit Bulan paling dekat (perigee) ke Bumi pada saat yang sama Bulan penuh atau purnama.

Bulan mengorbit Bumi dalam bentuk elips atau oval, lintasan tersebut membawanya lebih dekat dan lebih jauh dari Bumi saat berputar. Titik terjauh dalam elips disebut apogee, dengan jarak rata-rata sekitar 253.000 mil (405.500 kilometer) dari Bumi.

Sementara titik terdekatnya adalah perigee, yang jarak rata-ratanya sekitar 226.000 mil (363.300 kilometer) dari Bumi. Ketika bulan purnama muncul di perigee, itu sedikit lebih terang dan lebih besar dari bulan purnama biasa.

Peristiwa tersebut yang disebut dengan supermoon. Istilah "supermoon" sendiri diciptakan pada 1979.

Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan apa yang para astronom sebut sebagai bulan purnama perigean (pear-ih-jee-un). Sebab, bulan purnama yang terjadi di dekat atau pada saat Bulan berada pada titik terdekat dalam orbitnya mengelilingi Bumi.

Istilah ini juga mengutamakan penyelarasan geometris Matahari-Bumi-Bulan. Serta memungkinkan terjadinya perigee ke dalam periode waktu yang lebih luas daripada saat sebenarnya perigee.

Perigee sendiri terjadi hingga sekitar dua minggu, yang hampir setengah dari orbit Bulan. Biasanya saat supermoon, akan ada peristiwa alam yang akan terjadi.

Seperti pasang naik dan pasang surut yang akan lebih ekstrem dengan bulan purnama perigean. Dan lebih lagi untuk bulan purnama perigean yang ekstrem.

Kondisi tersebut terjadi karena perbedaan tarikan gravitasi Bulan melintasi diameter Bumi. Saat Bulan dekat, diameter Bumi adalah fraksi yang sedikit lebih besar dari pemisahan Bumi-Bulan.

Hal ini berarti tarikan gravitasi Bulan terhadap lautan (dan kerak bumi) memiliki perbedaan yang lebih besar. Yaitu, antara titik di Bumi yang paling dekat dengan pusat Bulan dan titik di Bumi yang berlawanan secara diametris.

Maka kondisi ini akan meningkatkan efek pasang surut pada laut. Dan kondisi tersebut terjadi ketika supermoon ini berlangsung.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....