Misi SunRISE NASA akan Pantau Ledakan Matahari dari Orbit pada 2027
- 07 Okt 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NASA menargetkan SunRISE meluncur paling cepat pertengahan 2027 dengan Falcon Heavy.
- Enam SmallSat akan bekerja sebagai teleskop radio raksasa untuk memantau aktivitas Matahari.
- Data SunRISE diharapkan membantu memprediksi cuaca antariksa yang dapat mengganggu satelit dan astronaut.
RRI.CO.ID, Jakarta - NASA menargetkan misi SunRISE atau Sun Radio Interferometer Space Experiment meluncur paling cepat pada pertengahan 2027. Mengutip NASA, Rabu, 7 Oktober 2026, misi ini diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dari Kennedy Space Center.
SunRISE akan menumpang sebagai bagian dari penerbangan bersama muatan Space Systems Command milik U.S. Space Force. SunRISE terdiri dari enam satelit kecil atau SmallSat berukuran sekitar oven pemanggang roti.
Keenam satelit akan bekerja sebagai satu teleskop radio raksasa di orbit sedikit di atas orbit geosinkron. Misi tersebut akan mengamati gelombang radio dari semburan partikel berenergi yang berasal dari atmosfer atau korona Matahari.
Gelombang radio dari aktivitas tersebut tiba di Bumi lebih cepat dibandingkan partikel berenergi Matahari. Pengamatan ini diharapkan membantu ilmuwan memprediksi dan mengantisipasi dampak peristiwa partikel Matahari.
Dalam kondisi ekstrem, partikel tersebut dapat merusak satelit dan membahayakan astronaut. Dengan melacak gelombang radio, SunRISE diharapkan dapat meningkatkan upaya mitigasi terhadap dampak cuaca antariksa.
Enam SmallSat SunRISE telah menyelesaikan tahap perakitan dan pengujian di Space Dynamics Laboratory, Utah State University. Satelit-satelit tersebut akan disimpan di fasilitas tersebut hingga dikirim ke Florida menjelang peluncuran.
SunRISE merupakan Mission of Opportunity di bawah Divisi Heliofisika Direktorat Misi Sains NASA. Misi ini menjadi bagian dari program Explorers NASA yang dikelola Goddard Space Flight Center.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....