NASA Uji Teknologi untuk Hadapi Ancaman Es dari Tetes Air Superdingin

  • 06 Okt 2026 11:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA menguji bahaya supercooled large droplet icing, ketika tetesan air berukuran besar membeku pada permukaan pesawat.
  • Probe baru mampu mengukur tetesan air berukuran lebih dari 45 mikron secara langsung untuk mendapatkan data karakteristik awan yang lebih lengkap.
  • Hasil penelitian diharapkan meningkatkan keselamatan penerbangan melalui pemahaman yang lebih baik terhadap pembentukan es pada pesawat.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA tengah mengembangkan metode pengujian baru untuk membantu industri penerbangan menghadapi bahaya pembentukan es di dalam awan. Bahaya ini berasal dari tetesan air berukuran besar yang tetap cair meski berada pada suhu di bawah titik beku.

Mengutip laman resminya, Selasa, 6 Oktober 2026, kondisi tersebut dikenal sebagai supercooled large droplet icing. Ketika pesawat melewati tetesan tersebut, air dapat membeku dengan cepat pada permukaan pesawat yang tidak terlindungi sistem pencegah es.

Ketika menghantam pesawat, tetesan tersebut dapat membeku dengan cepat pada permukaan yang tidak terlindungi sistem pencegah es. Tetesan air berukuran besar dapat menghantam dan menyebar ke bagian belakang pesawat.

Kondisi ini memungkinkan air mencapai area yang berada di luar jangkauan sistem perlindungan es konvensional. Untuk memahami fenomena tersebut, peneliti NASA melakukan serangkaian pengujian di Icing Research Tunnel di Glenn Research Center, Cleveland.

Pengujian dilakukan untuk mempelajari karakteristik tetesan air superdingin dalam kondisi yang menyerupai penerbangan. NASA juga meningkatkan kemampuan fasilitas tersebut untuk menghasilkan awan dengan berbagai ukuran tetesan air.

Data yang diperoleh digunakan untuk mengevaluasi dan meningkatkan metode pengukuran serta pemodelan kondisi pembentukan es pada pesawat. Dalam kondisi normal, pesawat dirancang menghadapi tetesan air berdiameter sekitar 2 hingga 100 mikron.

Namun, dalam kondisi yang lebih jarang, awan dapat mengandung tetesan air berukuran hingga 2.000 mikron atau sekitar 2 milimeter. NASA juga menguji probe baru yang dapat mendeteksi tetesan berukuran lebih dari 45 mikron dan menganalisis ukurannya secara langsung.

Data tersebut akan digabungkan dengan hasil probe lain yang mengukur tetesan berukuran kurang dari 45 mikron. Sehingga, peneliti dapat memperoleh gambaran lengkap mengenai ukuran tetesan dalam awan.

Hasil pengujian diharapkan memperkuat pemahaman mengenai perilaku tetesan air berukuran besar di dalam awan. Data ini juga dapat membantu meningkatkan perangkat rekayasa untuk merancang sistem keselamatan pesawat.

Adapun, kampanye pengujian ini menjadi bagian dari proyek Subsonic Flight Demonstrator NASA. Analisis data masih berlangsung sebelum hasilnya dibagikan kepada komunitas kedirgantaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....