Praktisi Minta Mahasiswa Kritis Gunakan AI
- 05 Okt 2026 01:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Praktisi komunikasi Imam Pesuwaryantoro hadir sebagai dosen tamu Universitas Terbuka Jakarta pada 5 Oktober 2026. Ia membagikan materi pengembangan teori Public Relations dengan pendekatan Perception & Media Engineering.
Imam menjelaskan integrasi teknik public relations tradisional dengan rekayasa media dalam perkembangan industri komunikasi saat ini. Menurutnya, kedua pendekatan tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik komunikasi modern.
Integrasi public relations dan media engineering dapat menjadi strategi pembentukan citra serta penguatan personal branding. Namun, penerapannya membutuhkan landasan etika agar tidak bergeser menjadi proxy atau propaganda.
"Teknik PR yang dikombinasikan dengan perception and media engineering memiliki pengaruh yang luar biasa besar. Di satu sisi, pendekatan ini berfungsi efektif sebagai sarana pembentukan citra dan branding," katanya.
"Namun di sisi lain, potensi tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai proxy maupun alat propaganda. Apalagi jika tidak dikelola dengan etika yang kuat," ujar Imam di hadapan para mahasiswa UT Jakarta.
Selain teori komunikasi, Imam membahas perkembangan kecerdasan buatan atau AI dalam lingkungan akademik dan profesional. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menyerahkan seluruh proses berpikir serta kreativitas kepada teknologi.
Menurut Imam, AI seharusnya ditempatkan sebagai instrumen pendukung dalam proses belajar dan berkarya. Kemampuan bernalar serta kepekaan manusia tetap menjadi fondasi utama dalam ilmu komunikasi.
"Saya berpesan kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa untuk terus belajar, berpikir kritis, dan mengeksplorasi hal-hal baru. Gunakan empati, logika, serta seluruh perangkat teknologi yang ada secara bijak dan bertanggung jawab," kata dia
Imam juga memiliki rekam jejak dalam bidang komunikasi dan inovasi teknologi pada tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah pencapaian tersebut diraihnya sepanjang periode 2024 hingga 2025 melalui berbagai ajang bergengsi.
Pada 2025, Imam terpilih sebagai salah satu Top 50 Honorable Delegate dalam The Asia Pacific Leaders Summit. Ajang tersebut berlangsung di Malaysia dan menjadi bagian dari rekam jejak internasionalnya.
Pada tahun yang sama, Imam meraih Juara 1 The Best Youth Innovation dalam Speak-up Forum. Penghargaan tersebut diberikan melalui Japan International Youth Innovation Summit 2025 di Tokyo.
Prestasi itu diraih berkat inovasi Media Aggregator berbasis AI yang dikembangkan Imam dalam ajang tersebut. Inovasi tersebut memperlihatkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung perkembangan komunikasi pada era digital.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa UT Jakarta diharapkan memahami public relations secara teknis sekaligus kritis. Mereka juga diharapkan memiliki kesadaran etis dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....