BRIN dan Malaysia Kaji Pemanfaatan VR untuk Latihan Tai Chi Lansia
- 30 Sep 2026 23:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peneliti BRIN Muhammad Yudhi Rezaldy mengembangkan teknologi virtual reality dan mixed reality untuk mendukung latihan Tai Chi.
- Penelitian kolaborasi dengan Universitas Kebangsaan Malaysia mengkaji aspek kenyamanan, keterlibatan pengguna, dan performa peserta dalam menggunakan teknologi VR untuk latihan.
- Teknologi VR memungkinkan peserta melakukan gerakan latihan sekaligus berinteraksi dengan sistem yang dirancang untuk memberikan pengalaman latihan yang lebih menarik dan terarah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) terus berkembang dan tidak lagi terbatas pada bidang hiburan. Peneliti Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Yudhi Rezaldy, membahas pemanfaatan teknologi imersif untuk mendukung aktivitas fisik melalui penelitian bertajuk “Immersive Tai Chi for Home-Based Exercise in Older Adults: Usability and Feasibility Study.” Penelitian yang merupakan kolaborasi dengan Universitas Kebangsaan Malaysia tersebut mengkaji penggunaan VR dan mixed reality (MR) sebagai media latihan Tai Chi bagi kelompok lanjut usia (lansia).
“Melalui lingkungan virtual, peserta diajak melakukan gerakan latihan sekaligus berinteraksi dengan sistem yang dirancang untuk memberikan pengalaman latihan yang lebih menarik. Penelitian ini juga melihat aspek kenyamanan, keterlibatan pengguna, serta performa peserta selama menggunakan teknologi VR,” katanya, dalam Webinar DESAIN #9 bertajuk “Pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai Media Imersif dan Interaktif”, Rabu (23/9).
Dari penelitian tersebut, Yudhi menunjukkan teknologi VR memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai media latihan fisik yang dapat memberikan pengalaman positif bagi pengguna, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal kenyamanan dan proses adaptasi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara ketepatan gerakan dengan pengalaman flow dan persepsi kompetensi pengguna. “Eksekusi yang lebih presisi menarik pengguna ke fokus yang mendalam,” jelas Yudhi.
Budianto dari NusaMeta mengangkat pemanfaatan VR melalui topik “VR Lab: Immersion is an Opportunity, not a Pedagogy. Technology Creates the Experience, Pedagogy Creates the Learning”. Dalam paparannya, ia menjelaskan teknologi VR dapat memberikan pengalaman yang berbeda kepada pengguna melalui lingkungan digital yang imersif.
Namun, pengalaman tersebut perlu dirancang dengan tujuan yang jelas agar teknologi tersebut menjadi media visual yang mendukung proses pembelajaran secara optimal. “Teknologi menciptakan pengalaman, sedangkan pedagogi menciptakan pembelajaran,” jelas Budianto.
Sementara itu, Dosen Desain Interaksi Program Studi DKV Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Yusup Sigit Martyastiadi, melalui topik “VR Borobudur Game: From Spiritual to Virtual”, memaparkan pengembangan gim VR yang mengangkat Candi Borobudur dengan memadukan pengalaman visual, interaksi, musik, serta suasana spiritual ke dalam lingkungan virtual.
Pemanfaatan teknologi tersebut menunjukkan bagaimana unsur budaya dapat diterjemahkan menjadi pengalaman digital yang memungkinkan pengguna berinteraksi secara lebih langsung dengan lingkungan virtual. “Kekuatan musik mendorong saya ke suasana reflektif, namun tetap aktif berinteraksi dengan aset-aset gim VR Borobudur,” tutur Yusup.
Pengembangan pengalaman virtual tersebut turut menunjukkan potensi teknologi interaktif dan imersif untuk diterapkan lebih luas. “Teknologi interaktif dan imersif memiliki peluang yang luas untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk pembelajaran dan simulasi,” ungkap Kepala PRSDI BRIN, Esa Prakasa.
Menurutnya, penggunaan teknologi seperti VR juga dapat menghasilkan sumber data baru yang dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi serta mendukung proses pengambilan keputusan. “Dengan keberadaan teknologi ini yang nantinya akan sangat membantu dalam menyajikan informasi itu secara lebih berkualitas dan imersif. Harapannya nanti akan bisa mendukung pengambilan keputusan,” ujar Esa. (aek, NA/ed: tnt)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....