Salesforce Hadirkan Agen AI untuk Pekerjaan Bernilai Tinggi

  • 19 Sep 2026 01:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Salesforce meluncurkan Agentforce, portofolio agen AI yang mampu menjalankan pekerjaan bernilai tinggi di berbagai fungsi bisnis seperti penjualan, layanan pelanggan, perdagangan, pengalaman karyawan, dan back office operations.
  • Perkembangan teknologi AI telah berevolusi dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi kemampuan menjalankan pekerjaan secara berkelanjutan dengan pemahaman mendalam terhadap konteks dan tujuan bisnis perusahaan.
  • Produk Agentforce dirancang untuk mengotomatisasi tugas-tugas bernilai tinggi di seluruh departemen organisasi dengan kapabilitas pemahaman konteks bisnis yang canggih.

RRI.CO.ID, Jakarta - Salesforce memperkenalkan portofolio terbaru agen kecerdasan buatan (AI) Agentforce yang dirancang untuk menjalankan pekerjaan bernilai tinggi di berbagai fungsi bisnis. Mulai dari penjualan, layanan pelanggan, perdagangan, pengalaman karyawan hingga operasional back office.

“Perkembangan AI kini tidak lagi sebatas kemampuan menjawab pertanyaan. Tetapi telah mengarah pada kemampuan menjalankan pekerjaan secara berkelanjutan dengan memahami konteks dan tujuan bisnis perusahaan,” kata Corporate Communication Salesforce Jovita Usvitriana Udari, Jumat, 18 September 2026.

Selama dua tahun terakhir, Salesforce menyebut telah mendampingi pelanggan dalam ribuan penerapan agen AI. Dan menghasilkan tujuh miliar Agentic Work Units (AWUs) melalui Agentforce dan Slack.

Jovita mengatakan agen AI membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memahami perintah. Agen harus memahami tugas, bekerja lintas fungsi, serta mampu menyesuaikan tujuan bisnis ketika pekerjaan menjadi semakin kompleks.

Salesforce menyebut agen-agen tersebut telah memberikan hasil terukur bagi sejumlah pelanggan. Eva, agen bantuan pelanggan Engine, misalnya, mampu menyelesaikan 50 persen pertanyaan yang masuk melalui chat.

Sementara Paige menyelesaikan 70 persen permintaan administrasi di Autism Queensland. Kemampuan agen juga diperluas melalui long-horizon runtime pada Agentforce, yang memungkinkan agen menjalankan pekerjaan selama berhari-hari.

Teknologi ini memungkinkan agen menyusun rencana, menjalankan tugas, menerima informasi baru. Serta menyesuaikan langkah berdasarkan perubahan kondisi.

Selain itu, Salesforce memperkenalkan sejumlah kapabilitas baru melalui Agentforce Coworker. Termasuk AI Skills yang memungkinkan karyawan mengajarkan cara menyelesaikan tugas kepada agen.

“Penerapan teknologi tersebut memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengintegrasikan AI lebih jauh ke dalam proses kerja. Sekaligus tetap mempertahankan kendali melalui aturan bisnis, izin, dan sistem keamanan yang dimiliki masing-masing perusahaan,” ujar Jovita.

Salesforce menyatakan seluruh agen dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, termasuk pemberian nama dan pengaturan perilaku. Sehingga teknologi tersebut dapat diintegrasikan dengan proses kerja dan identitas bisnis masing-masing organisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....