Teleskop James Webb Ungkap Cincin Asteroid Mini Chariklo yang ternyata Berubah

  • 14 Sep 2026 12:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Teleskop James Webb menemukan perubahan pada cincin Chariklo, dengan cincin bagian dalam semakin opak dan cincin luar semakin transparan.
  • Chariklo adalah benda langit kecil berdiameter sekitar 250 kilometer yang mengorbit Matahari di antara Saturnus dan Uranus.
  • Penyebab perubahan masih misterius, sehingga temuan ini dapat mengubah pemahaman ilmuwan tentang pembentukan dan evolusi cincin.

RRI.CO.ID, Jakarta - Teleskop Luar Angkasa James Webb kembali mengungkap fenomena menarik di tata surya. Teleskop luar angkasa tersebut menemukan bahwa sistem cincin milik Chariklo ternyata mengalami perubahan.

Mengutip Space.com, Senin, 14 September 2026, Chariklo merupakan benda langit kecil, mengorbit Matahari di antara Saturnus dan Uranus. Benda langit itu juga merupakan bagian dari keluarga asteroid Centaur dan memiliki diameter sekitar 250 kilometer.

Meski ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan planet, benda langit ini memiliki dua cincin tebal. Kedua cincin itu pertama kali diketahui keberadaannya pada 2013.

Adapun, penemuan ini dilakukan menggunakan Webb melalui teknik stellar occultation. Teknik ini yakni mengamati perubahan cahaya sebuah bintang ketika sebuah objek melintas di depannya.

Tim peneliti dari Institute of Astrophysics of Andalusia (IAA-CSIC) mulai mengamati Chariklo menggunakan Webb pada Oktober 2022. Para astronom membandingkan hasil pengamatan Webb dengan data sejumlah peristiwa stellar occultation selama satu dekade terakhir.

Hasilnya, mereka menemukan perubahan yang berlawanan pada kedua cincin Chariklo. Cincin bagian dalam menunjukkan tingkat opasitas yang jauh lebih tinggi, sementara cincin bagian luar justru menjadi lebih transparan.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa sistem cincin Chariklo memiliki dinamika yang jauh lebih kompleks daripada yang sebelumnya diperkirakan. Para ilmuwan sebelumnya mengira cincin pada benda-benda kecil di tata surya cenderung relatif stabil.

Pemimpin penelitian, Pablo Santos-Sanz, mengatakan temuan ini mendorong para ilmuwan memikirkan bagaimana cincin tersebut terbentuk, berkembang, dan stabil. Kemampuan mendeteksi perubahan pada cincin Chariklo juga membuka peluang baru untuk memahami evolusi sistem cincin di tata surya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....