NASA Mulai Bentuk Akademi Antariksa AS, 300 Siswa Ditargetkan Masuk pada 2028
- 11 Sep 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NASA mulai menyusun struktur dan prioritas United States Space Academy setelah perintah eksekutif diterbitkan.
- Negara bagian di AS dapat mengajukan proposal untuk menjadi lokasi akademi hingga 26 Oktober.
- NASA menargetkan 300 siswa pertama mulai belajar pada 2028 dan kampus permanen beroperasi pada 2031.
RRI.CO.ID, Jakarta - NASA mulai merealisasikan pembentukan United States Space Academy (USSA) kurang dari dua pekan setelah perintah eksekutif diterbitkan. Perintah tersebut ditandatangani Presiden Amerika Serikat untuk mendirikan akademi antariksa nasional tersebut.
Administrator NASA, Jared Isaacman memimpin rapat pertama Komisi Presiden untuk USSA, Rabu, 9 September 2026. Setelah rapat, NASA membuka permintaan informasi kepada negara bagian yang berminat menjadi lokasi sekaligus pendukung akademi tersebut.
Komisi mulai membahas struktur dan prioritas akademi, termasuk tata kelola, kurikulum, komitmen pengabdian, kemitraan, serta rencana implementasi. Adapun, lokasi menjadi faktor penting untuk menentukan keberhasilan akademi dalam membentuk pemimpin masa depan di sektor antariksa.
Negara bagian yang berminat diminta menyampaikan informasi terkait kesiapan lokasi dan infrastruktur yang tersedia. Mereka juga perlu menjelaskan aspek lingkungan, regulasi, serta ekosistem pendukung di sekitar calon lokasi akademi.
Setiap negara bagian hanya diperbolehkan mengajukan satu proposal melalui perwakilan gubernur. Pengajuan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan komisi dalam menentukan lokasi akademi.
NASA menargetkan pembangunan akademi dimulai paling lambat pada 2027. Sebanyak 300 siswa pertama direncanakan mulai menempati fasilitas sementara pada 2028.
Kemudian, lokasi permanen akademi ditargetkan mulai beroperasi pada 2031. Komisi Presiden memiliki waktu 120 hari untuk menyusun rekomendasi kepada Presiden Amerika Serikat.
Rekomendasi tersebut mencakup pembentukan akademi serta pengembangan tenaga ahli dan kepemimpinan. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung ambisi jangka panjang Amerika Serikat di sektor antariksa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....