Astronaut ISS Teliti Aliran Darah hingga Suhu 2.000 Derajat Celsius
- 10 Sep 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Awak ISS mempelajari perubahan aliran darah akibat kondisi mikrogravitasi menggunakan Ultrasound 3.
- Tungku ELF meneliti material pada suhu lebih dari 2.000 derajat Celsius di lingkungan mikrogravitasi.
- Perangkat observasi Bumi ISS digunakan untuk merekam badai, kebakaran hutan, dan gunung api.
RRI.CO.ID, Jakarta - Awak Ekspedisi 75 di ISS melakukan berbagai penelitian dan perawatan fasilitas pada Rabu, 9 September 2026. Astronaut NASA, Jessica Meir dan Anil Menon, bersama kosmonaut Roscosmos, Anna Kikina dan Pyotr Dubrov, menjalani pemindaian pembuluh darah.
Pemindaian tersebut dilakukan untuk memantau kondisi pembuluh darah awak selama berada di lingkungan mikrogravitasi. Pemeriksaan menggunakan perangkat Ultrasound 3 di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Penelitian itu dilakukan untuk mempelajari pengaruh kondisi tanpa gravitasi terhadap aliran darah para astronaut. Hasil penelitian diharapkan membantu menjaga kesehatan awak dalam misi jangka panjang menuju Bulan, Mars, dan wilayah lainnya.
Sementara itu, astronaut ESA Sophie Adenot merawat fasilitas Electrostatic Levitation Furnace atau ELF di modul Kibo. Fasilitas tersebut menggunakan medan listrik untuk melayang dan memanaskan material dalam kondisi mikrogravitasi.
ELF mampu memanaskan material hingga lebih dari 2.000 derajat Celsius menggunakan laser sekaligus mengukur sifat termofisikanya. Setelah pemindaian pembuluh darah, Anil Menon mengganti unit komunikasi radio pada salah satu pakaian antariksa di modul Quest.
Perangkat tersebut akan dikirim kembali ke Bumi untuk menjalani perawatan rutin bersama kru SpaceX Crew-12. Astronaut NASA, Jack Hathaway juga mengganti sejumlah filter yang berfungsi menyaring partikel, gas, dan bau dari atmosfer ISS.
Di sisi lain, Anna Kikina, Pyotr Dubrov, dan Andrey Fedyaev melakukan penggantian serta pengaktifan berbagai perangkat observasi Bumi. Perangkat fotografi tersebut digunakan untuk merekam berbagai fenomena di Bumi.
Ini termasuk badai, kebakaran hutan, dan gunung api dalam beragam panjang gelombang. Kamera dapat dioperasikan secara manual oleh astronaut atau diprogram untuk mengambil gambar wilayah tertentu secara otomatis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....