Pakai Metode Belajar Ini agar Materi Lebih Mudah Dipahami!
- 10 Sep 2026 12:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Durasi belajar bukan satu-satunya faktor penting; cara otak mengingat informasi memiliki peran krusial dalam efektivitas pembelajaran.
- Metode belajar yang terstruktur dan terencana dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran secara signifikan.
- Pemahaman tentang mekanisme memori otak membantu individu mengoptimalkan strategi belajar mereka untuk hasil yang lebih baik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Belajar bagi sebagian orang bukan sekadar berapa lama seseorang membaca. Cara otak mengingat informasi juga menjadi faktor penting.
Oleh karena itu, beberapa metode belajar dikembangkan untuk membantu memahami materi dengan terstruktur. Metode-metode ini bertujuan membuat proses belajar lebih efektif.
Metode pertama adalah teknik mnemonik, yaitu mengingat dengan menghubungkan informasi baru menggunakan kata, gambar, singkatan, atau pola tertentu. Metode ini bisa membantu mengingat konsep yang sulit dihafalkan.
Melansir Center for Teaching and Learning, contoh penerapannya adalah membuat akronim dari beberapa informasi yang perlu diingat berurutan. Pelajar bisa membuat kata atau kalimat sederhana dari huruf pertama setiap istilah dalam materi.
Selanjutnya adalah metode active recall, yakni mencoba mengingat kembali materi tanpa melihat buku atau catatan. Cara ini bisa dilakukan saat mengerjakan soal, menjawab pertanyaan, atau menjelaskan materi dari ingatan sendiri.
Metode yang ketiga adalah spaced repetition yang mengulang materi dengan jeda waktu tertentu. Materi bisa dipelajari kembali setelah beberapa jam, kemudian beberapa hari setelahnya, dan seterusnya.
Teknik lainnya, yaitu Feynman Technique yang mengajak seseorang untuk menjelaskan suatu konsep menggunakan bahasa sederhana. Jika masih merasa kesulitan menjelaskan konsep tersebut tanpa istilah rumit, bagian yang belum dipahami bisa dipelajari ulang.
Berikutnya adalah Pomodoro, di mana waktu belajar dibagi menjadi beberapa sesi pendek yang diselingi waktu istirahat. Pola yang biasanya digunakan adalah belajar selama 25 menit kemudian beristirahat selama lima menit sebelum lanjut belajar.
Selain mengatur waktu belajar, kamu juga bisa menggunakan mind mapping untuk menyusun informasi dalam bentuk visual. Konsep utama diletakkan di bagian tengah, kemudian dihubungkan dengan cabang yang berisi subtopik, kata kunci, dan informasi pendukung.
Adapun metode Survey, Question, Read, Recite (SQ3R). Metode ini cukup efektif untul digunakan saat mempelajari materi bacaan yang panjang dan tersusun dari beberapa tahap.
Pada tahap survey, pelajar dapat terlebih dahulu melihat judul, subjudul, gambar, atau bagian penting sebelum memahami secara mendalam. Setelah itu, kamu perlu membuat pertanyaan tentang materi tersebut agar bisa memahami materi.
Teknik lain yang bisa dicoba adalah interleaving, yakni mempelajari beberapa tipe materi atau jenis soal secara bergantian. Metode ini berbeda karena mengharuskan otak untuk memilih strategi yang sesuai untuk setiap materi.
Berbagai teknik tersebut tidak harus digunakan secara langsung dalam satu sesi belajar karena setiap materi berbeda. Pilihlah metode berdasarkan tujuan, tingkat kesulitan, jenis pelajaran, dan cara belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....