Fenomena Langit September 2026, Venus Bersinar Terang hingga Harvest Moon

  • 02 Sep 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bulan menjadi panduan pengamatan langit untuk menemukan Antares, Teapot, dan arah menuju pusat Galaksi Bima Sakti pada 14–20 September 2026.
  • Venus mencapai kecerlangan maksimum pada 18 September, sementara ekuinoks September terjadi pada 22 September 2026.
  • Harvest Moon muncul pada 26 September bersama Saturnus dan Neptunus.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA membagikan sejumlah fenomena langit yang dapat diamati sepanjang September 2026. Mengutip laman resminya, Rabu, 2 September 2026, pengamat langit dapat menyaksikan pertemuan Bulan dengan sejumlah objek langit.

Selain itu, Venus dan Harvest Moon juga dapat diamati pada waktu tertentu. Pada 14 hingga 20 September, Bulan dapat digunakan sebagai panduan untuk menemukan Antares dan gugus bintang Teapot.

Pengamatan dapat dilakukan sekitar satu jam setelah Matahari terbenam dengan mengarahkan pandangan ke arah selatan. Adapun, Antares merupakan bintang berwarna kemerahan yang menandai bagian tengah rasi Scorpius.

Sementara itu, Teapot merupakan kelompok bintang di rasi Sagittarius yang tampak menyerupai bentuk teko. Di bawah kondisi langit yang gelap, pengamat juga berpeluang melihat bagian pusat Galaksi Bima Sakti.

Area tersebut tampak seperti kabut yang seolah-olah keluar dari bagian cerat Teapot. Pada 18 September, Venus akan mencapai tingkat kecerlangan maksimumnya untuk penampakan malam.

Planet tersebut akan terlihat di langit barat, tidak lama setelah Matahari terbenam, sebagai titik cahaya di atas cakrawala.

Selanjutnya, 19 September diperingati sebagai International Observe the Moon Night. Kemudian, 22 September menjadi waktu terjadinya ekuinoks September.

Peristiwa ini menandai awal musim gugur di Belahan Bumi Utara dan awal musim semi di Belahan Bumi Selatan. Saat ekuinoks berlangsung, Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa.

Hal ini membuat durasi siang dan malam relatif hampir sama di berbagai wilayah Bumi. Pada 26 September, Harvest Moon akan menjadi salah satu fenomena utama.

Bulan purnama tersebut akan terbit di arah timur tidak lama setelah Matahari terbenam. Bulan juga akan tampak berdekatan dengan Saturnus serta Neptunus.

Saturnus dapat diamati dengan mata telanjang, sementara Neptunus yang jauh lebih redup membutuhkan bantuan teropong atau teleskop. Kondisi langit yang gelap dan cuaca yang mendukung akan meningkatkan peluang untuk mengamati planet tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....