Ulas Fakta-fakta Penting Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman Milik NASA

  • 30 Agt 2026 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Teleskop Roman NASA dijadwalkan meluncur 30 Agustus untuk mempelajari alam semesta secara luas.
  • Roman akan meneliti materi gelap, energi gelap, eksoplanet, galaksi, dan lubang hitam.
  • NASA memperkirakan gambar ilmiah pertama Roman tersedia untuk publik pada awal 2027.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA dijadwalkan meluncurkan Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman pada Minggu, 30 Agustus 2026. Teleskop ini dirancang untuk memperluas pemahaman manusia mengenai alam semesta melalui pengamatan langit dalam cakupan luas dan tajam.

Nama Roman diambil dari Dr. Nancy Grace Roman, astronom pertama yang menjabat sebagai kepala astronomi NASA. Ia dikenal sebagai sosok yang mendorong pengembangan teleskop berbasis antariksa, termasuk berperan penting dalam program observatorium besar NASA.

Teleskop Roman akan menggunakan penglihatan inframerah dengan bidang pandang luas. Teknologi tersebut memungkinkan Roman mempelajari materi gelap dan energi gelap.

Roman juga akan meneliti planet di luar tata surya atau eksoplanet. Pengamatannya turut membantu penelitian objek tata surya bagian luar, bintang yang meledak, lubang hitam, hingga miliaran galaksi.

Setelah diluncurkan, Roman akan melakukan perjalanan sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi menuju titik Lagrange 2 atau L2. Teleskop tersebut akan berada di kawasan yang sama dengan Teleskop Antariksa James Webb.

Orbit Roman dirancang agar relatif stabil sekaligus menghemat penggunaan bahan bakar. Adapun, lebih dari 1,3 juta orang juga akan mengirimkan nama mereka untuk dibawa Roman ke L2.

Nama-nama tersebut disimpan dalam kartu memori yang ditempelkan pada sebuah plakat di wahana antariksa. Roman dirancang menjalankan misi utama selama sedikitnya lima tahun dan dapat mendukung misi tambahan selama lima tahun.

Bahan bakar diperkirakan menjadi faktor yang membatasi masa operasional teleskop tersebut. Kemudian, teleskop Roman membawa dua instrumen utama untuk mendukung berbagai penelitian ilmiah.

Wide Field Instrument merupakan kamera inframerah beresolusi 300 megapiksel dengan bidang pandang setidaknya 100 kali lebih luas dibandingkan Hubble. Sementara itu, Coronagraph Instrument dirancang untuk menguji teknologi pencitraan langsung planet di luar tata surya.

Instrumen tersebut akan menghalangi cahaya bintang sehingga cahaya redup dari planet yang mengorbitnya dapat diamati. Roman juga akan bekerja bersama berbagai teleskop internasional, termasuk Hubble, James Webb, Euclid, dan Vera C. Rubin Observatory.

Kolaborasi tersebut memungkinkan ilmuwan memperoleh gambaran alam semesta yang lebih lengkap dengan menggabungkan hasil pengamatan dari berbagai instrumen. NASA sendiri akan menyiarkan peluncuran Roman secara langsung melalui berbagai platform.

Setelah peluncuran, tim akan menjalankan proses pengembangan, kalibrasi, dan pengujian selama tiga bulan sebelum fase operasi ilmiah. Pihak NASA memperkirakan gambar ilmiah pertama dari Teleskop Roman dapat dibagikan kepada publik pada awal 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....