UNJ Dampingi Guru SD Kota Bekasi Terapkan 'Digital Storytelling'

  • 29 Agt 2026 10:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • UNJ dampingi 98 guru SD di Kota Bekasi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk memperkuat kompetensi dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning).
  • Tim 2 PkM TP FIP UNJ memperkenalkan digital storytelling sebagai strategi pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar lebih bermakna, kontekstual, interaktif, dan berpusat pada siswa.
  • Digital storytelling dipadukan dengan prinsip belajar mendalam, yakni berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan bergembira (joyful).

RRI.CO.ID, Bekasi - Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (TP FIP UNJ) mendorong guru sekolah dasar di Kota Bekasi menerapkan digital storytelling sebagai salah satu strategi untuk memfasilitasi pembelajaran mendalam (deep learning). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema "a Implementasi Media dan Strategi Pembelajaran untuk Memfasilitasi Belajar Mendalam Siswa SD Kota Bekasi".

Salah satu kegiatan dalam program tersebut dilaksanakan Tim 2 PkM TP UNJ 2026 melalui pendampingan bertajuk "Pendampingan Implementasi Digital Storytelling untuk Memfasilitasi Belajar Mendalam pada Guru SD di Kota Bekasi".

Kegiatan berlangsung di SDN Kota Baru IX, Bekasi, pada 17 Juni 2026. Pendampingan dipimpin Ketua Tim 2 PkM TP UNJ 2026, Drs. R.A. Hirmana Wargahadibrata, M.Sc.Ed, bersama Virzha Aulianna Dhaksietsatsura, M.Pd, serta mahasiswa Nayla Azkiah Putriani dan Restu Nurazizah Putri.

"Memfasilitasi Belajar Mendalam (Deep Learning) merupakan agenda utama terkini Kemendikdasmen RI. Variasi dalam memfasilitasinya sangat banyak. Salah satunya ialah melalui metode bercerita (storytelling)," kata Hirmana dalam keterangannya yang diterima rri.co.id, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut dia, guru sekolah dasar sebenarnya telah memiliki pengalaman dalam menggunakan metode bercerita dalam pembelajaran. Karena itu, pendampingan yang dilakukan Tim 2 diarahkan untuk memperkuat visi, semangat, dan keterampilan guru dalam mengembangkan storytelling sebagai metode pembelajaran.

"Guru-guru SD terpilih di Kota Bekasi ini tentu sudah pernah dan senang melakukannya. Nah, pendampingan kami bertujuan untuk memperkuat visi, semangat, dan keterampilan mereka dalam menerapkan storytelling sebagai salah satu metode untuk memfasilitasi belajar mendalam," ujarnya.

Libatkan 98 Guru SD

Kegiatan PkM tersebut merupakan hasil kolaborasi Program Studi Teknologi Pendidikan FIP UNJ dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Sebanyak 98 guru sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kota Bekasi mengikuti kegiatan pendampingan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 guru mengikuti sesi yang difasilitasi Tim 2. Sementara, peserta lainnya mengikuti pendampingan bersama tim pengabdi lainnya sesuai pembagian kelas.

Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan UNJ turut dilibatkan sebagai fasilitator lapangan. Mereka mendampingi guru dalam pelatihan, diskusi, hingga penyusunan perangkat pembelajaran.

Dalam pendampingan, guru diperkenalkan pada konsep meaningful storytelling. Konsep ini menempatkan cerita bukan hanya sebagai sarana menyampaikan informasi, tetapi sebagai cara membangun keterlibatan emosional peserta didik sehingga materi lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan.

Guru juga diperkenalkan pada delapan komponen meaningful storytelling, antara lain cerita yang dekat dengan kehidupan peserta didik (relatable), memiliki tujuan pembelajaran yang jelas (clear purpose), alur yang menarik (compelling narrative), membangun hubungan emosional (emotional connection), mendorong kolaborasi, disampaikan secara sederhana, tidak bergantung pada besarnya anggaran, serta memberikan dampak nyata (impactful).

Integrasikan Teknologi Digital

Konsep digital storytelling kemudian dipadukan dengan kerangka belajar mendalam yang dikembangkan Michael Fullan, Joanne Quinn, dan Joanne McEachen. Pendekatan tersebut menekankan tiga prinsip pembelajaran, yakni berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan bergembira (joyful).

Ketiga prinsip tersebut diterapkan melalui proses memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong siswa menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata.

Dalam praktiknya, guru dibimbing menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis belajar mendalam yang mengintegrasikan digital storytelling dengan berbagai media digital. Media yang diperkenalkan antara lain video pembelajaran, LKPD digital, Google Classroom, serta aplikasi desain kreatif yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.

Pendampingan juga dilanjutkan setelah kegiatan tatap muka. Selama 14–28 hari, Tim 2 menyediakan ruang konsultasi melalui grup WhatsApp untuk berbagi praktik baik sekaligus memberikan umpan balik terhadap perangkat pembelajaran yang disusun para guru.

Model pendampingan berkelanjutan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam merancang pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Serta, kemandirian belajar siswa.

Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah

Kegiatan PkM Tim 2 TP FIP UNJ juga menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, dosen, mahasiswa, dan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Selain menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UNJ.

Keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator pendamping guru mendukung IKU 2, pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat melalui pendampingan dan inovasi pembelajaran mendukung IKU 5. Sedangkan, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan sekolah dasar sebagai mitra mendukung IKU 6.

Kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tim 2 PkM TP UNJ berharap penerapan digital storytelling dapat semakin berkembang di sekolah dasar. Strategi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna.

Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Serta, karakter yang diperlukan untuk menghadapi tantangan abad ke-21.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....