NASA Kembali Aktifkan Dua Instrumen Observatorium Swift
- 29 Agt 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NASA mengaktifkan kembali teleskop Ultraviolet/Optical dan X-ray pada Swift.
- Rencana peningkatan orbit Swift dihentikan setelah wahana LINK mengalami masalah orientasi.
- Swift diperkirakan mencapai ketinggian 300 kilometer dalam satu hingga dua bulan.
RRI.CO.ID, Jakarta - NASA kembali mengoperasikan dua dari tiga instrumen ilmiah pada Neil Gehrels Swift Observatory. Pengoperasian kembali dilakukan setelah rencana peningkatan orbit wahana tersebut dihentikan.
Tim Swift mengaktifkan kembali teleskop Ultraviolet/Optical dan X-ray pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kedua instrumen sebelumnya dimatikan sejak Februari untuk mengurangi hambatan atmosfer dan memperpanjang masa operasi Swift di orbit.
Sementara itu, instrumen Burst Alert Telescope masih dihentikan sementara sejak April untuk menghemat daya. NASA menargetkan instrumen tersebut kembali mengumpulkan data dalam beberapa pekan mendatang.
Selama 21 tahun, Swift digunakan NASA untuk mempelajari berbagai fenomena kosmik. Observatorium ini mampu mengamati beragam spektrum cahaya dan mengarahkan teleskop dengan cepat ke ledakan kosmik yang berlangsung singkat.
Bahkan, Swift mampu mengirimkan peringatan kepada fasilitas pengamatan lain. Pengoperasian Swift menghadapi tantangan karena atmosfer Bumi menimbulkan hambatan terhadap wahana di orbit rendah.
Aktivitas Matahari yang meningkat juga memperkuat hambatan atmosfer sehingga ketinggian Swift menurun lebih cepat dari perkiraan. NASA sebelumnya menggandeng perusahaan Katalyst Space untuk meningkatkan orbit Swift.
Namun, wahana LINK yang diluncurkan pada Juli mengalami masalah. Utamanya dalam pengendalian orientasi sehingga tidak dapat menangkap dan mengangkat Swift ke orbit lebih tinggi.
Meski demikian, Katalyst tetap akan melakukan pertemuan dengan Swift dan operasi jarak dekat. Langkah tersebut ditujukan untuk menguji teknologi pelayanan satelit di orbit bagi misi eksplorasi antariksa mendatang.
NASA memperkirakan Swift masih dapat beroperasi hingga mencapai ketinggian sekitar 300 kilometer. Dengan kembali aktifnya pengamatan ilmiah, Swift diperkirakan mencapai batas tersebut dalam satu hingga dua bulan mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....