YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif dari Segi SDM hingga Teknologi
- 14 Agt 2026 10:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Universitas YARSI menyelenggarakan pelatihan strategi pelayanan prima yang ramah keberagaman individu bagi tenaga kependidikan untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif.
- Rektor Universitas YARSI Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul menekankan bahwa kampus berkomitmen menyediakan akses pendidikan perkuliahan bagi penyandang disabilitas melalui berbagai inovasi.
- Universitas YARSI mengembangkan fasilitas gedung, metode pembelajaran, pengajaran, dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus mahasiswa disabilitas untuk memastikan inklusivitas penuh.
RRI.CO.ID, Jakarta – Universitas Yayasan Rumah Sakit Indonesia (YARSI) memperkuat pendidikan inklusif melalui pelatihan tenaga kependidikan dan pengembangan fasilitas bagi mahasiswa disabilitas. Langkah tersebut dibahas dalam acara Pelatihan Strategi Pelayanan Prima yang Ramah Keberagaman Individu bagi Tenaga Kependidikan Universitas YARSI.
Rektor Universitas YARSI Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul menyampaikan bahwa kampus memiliki komitmen untuk menyediakan akses pendidikan perkuliahan bagi penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pengembangan fasilitas gedung, pembelajaran, metode pengajaran, dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.
“Barusan kita menyaksikan acara untuk para tendik agar mereka memahami masalah yang dialami disabilitas. Juga bagaimana mereka bisa melayani dengan baik dan itu juga berlaku bagi dosen agar bisa memberikan perhatian sesuai,” ujar Ratna, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dosen dan Psikolog Klinis Pendidikan Universitas YARSI, Alabanyo Brebahama, mengatakan tenaga kependidikan menjadi garda terdepan pelayanan disabilitas. Menurutnya, pelatihan ini perlu dilakukan agar pelayanan disabilitas sejalan dengan metode pembelajaran yang sudah disesuaikan oleh dosen.
“Untuk fasilitas sebenarnya belum lengkap, tetapi kita mulai dari segi sumber daya manusia dan teknologi pembelajaran. Nah, kita sendiri punya e-learning yang memang sudah support buat disabilitas fisik, disabilitas netra. Kemudian kita ada di smart class, collaborative smart classroom,” kata Banyo.
“Jadi di balik keterbatasan belum ada guiding block, belum ada lift yang bersuara, belum ada toilet disabilitas yang merata. Tapi kita punya teknologi pembelajaran yang support untuk pembelajaran inklusif,” ucap Banyo.
Platform e-learning LAYAR telah mendukung fitur pembacaan layar untuk mahasiswa disabilitas. YARSI juga menyediakan kelas hybrid untuk memperluas akses mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran.
Banyo menyebut bahwa sebelumnya, penanganan mahasiswa disabilitas ditangani tiap program studi sesuai dengan kebutuhan yang muncul selama proses perkuliahan. Oleh karena itu, YARSI mendorong pendirian unit layanan disabilitas khusus agar penanganan terkoordinasi dan tidak hanya dilakukan sesekali.
Ratna berharap pandangan masyarakat terhadap disabilitas berubah dan tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai penghalang untuk berprestasi. Menurutnya, setiap orang memiliki bakat masing-masing dan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....