RRI Dorong Kreator Lokal Jadi Bagian dari Transformasi Digital

  • 14 Agt 2026 03:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • RRI berkomitmen menjadi ruang bagi kreator Indonesia untuk mengembangkan kreativitas dan mengangkat potensi lokal.
  • Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Adi Trisnanto menilai lokalitas merupakan kekuatan yang perlu terus dikembangkan oleh seluruh stakeholder.
  • Seluruh stasiun RRI di Indonesia berpotensi menjadi ruang berkumpul bagi para kreator untuk bertukar ide dan mengembangkan karya bersama.

RRI.CO.ID, Jakarta – RRI berupaya menjadi ruang bagi kreator Indonesia untuk mengembangkan kreativitas dan mengangkat potensi lokal. Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Adi Trisnanto, menilai lokalitas merupakan kekuatan yang perlu terus dikembangkan.

Adi mengatakan seluruh stasiun RRI di Indonesia berpotensi menjadi ruang berkumpul bagi para kreator. Menurutnya, ruang tersebut dapat digunakan untuk bertukar ide dan mengembangkan karya.

“Mudah-mudahan dengan adanya Transformasi Kreator Indonesia ini, RRI bisa mengambil peran sebagai rumah bagi kreator Indonesia. Alangkah indahnya bila seandainya semua stasiun RRI menjadi tempat berkumpul para kreator,” ujarnya dalam acara peluncuran 'Transformasi Kreator Indonesia' di Gedung RRI, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Adi, kekayaan lokal Indonesia tersebar di berbagai daerah dengan karakter dan kearifan masing-masing. Potensi tersebut perlu diangkat agar dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan konten Indonesia.

“Saya sangat tertarik kepada tagline ‘dukung lokal, pindah ke lokal’. Lokalitas ini menjadi salah satu hal yang sangat didorong oleh RRI,” katanya.

Adi menilai lokalitas Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kreativitas para pembuat konten. Ia berharap kekayaan tersebut dapat menjadi aset yang mampu bersaing dengan budaya populer dari negara lain.

“Jangan kalah sama K-pop misalnya. Itu akan jadi aset yang sangat luar biasa,” ujar Adi.

Selain mendorong kreator dan konten lokal, Adi juga menyoroti ukuran keberhasilan RRI dalam transformasi digital. Menurutnya, keberhasilan tidak cukup diukur berdasarkan jumlah pendengar.

“Kita enggak boleh berhenti hanya bicara tentang kuantitas. Kuantitas itu belum tentu berhubungan dengan dampak,” katanya.

Ia menilai kegiatan yang banyak belum tentu menghasilkan dampak apabila tidak dikelola secara maksimal. Karena itu, setiap program perlu dirancang agar memberikan dampak konkret kepada masyarakat.

Adi juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga dampak sebuah program. Menurutnya, dampak tidak seharusnya berhenti setelah satu kegiatan selesai dilaksanakan.

“Konsistensi itu sangat penting untuk dijaga. Supaya dampak ini makin lama menjadi makin seperti bola salju yang terus bergulir,” ucapnya.

Ia berharap RRI dapat terus memperkuat perannya dalam mendukung kreator dan konten lokal. Upaya tersebut diharapkan berjalan konsisten agar memberikan dampak yang semakin besar bagi masyarakat. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....