Astronaut Mike Fincke Tinggalkan NASA setelah 30 Tahun Mengabdi
- 13 Agt 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mike Fincke meninggalkan NASA setelah 30 tahun dengan empat misi dan 549 hari di luar angkasa.
- Fincke melakukan sembilan spacewalk dan menghabiskan total 48 jam 37 menit di luar wahana.
- Selain sebagai astronaut, Fincke berperan dalam pengembangan pesawat berawak dan program Commercial Crew NASA.
RRI.CO.ID, Jakarta - Astronaut NASA Mike Fincke meninggalkan NASA setelah 30 tahun mengabdi. Sepanjang kariernya, Fincke telah menjalani empat misi luar angkasa, menghabiskan 549 hari di orbit.
Mengutip NASA, Kamis 13 Agustus 2026, Fincke juga melakukan sembilan spacewalk untuk mendukung operasional ISS. Ia menghabiskan total waktu 48 jam 37 menit selama spacewalk.
Fincke bergabung dengan NASA pada 1996 sebagai bagian dari kelas astronaut ke-16. Ia pertama kali terbang ke luar angkasa pada 2004 menggunakan Soyuz TMA-4 dalam misi Expedition 9.
Fincke kembali ke luar angkasa pada 2008 sebagai komandan Expedition 18. Pada 2011, ia menjalani misi STS-134 yang menjadi penerbangan terakhir pesawat ulang-alik Endeavour.
Dalam misi STS-134, Fincke bertugas sebagai spesialis misi dan operator lengan robotic. Di sana, ia melakukan tiga spacewalk untuk membantu memasang Alpha Magnetic Spectrometer.
Fincke kembali ke luar angkasa pada 2025 melalui misi SpaceX Crew-11 sebagai insinyur penerbangan untuk Expedition 73. Pada misi Expedition 74, ia bertugas sebagai komandan misi.
NASA mencatat Fincke sebagai astronaut dengan akumulasi waktu di luar angkasa terbanyak keempat dalam sejarah badan tersebut. Selain pengalaman penerbangan, ia juga berperan dalam pengembangan program Commercial Crew NASA.
Ini termasuk mendukung pengembangan pesawat berawak generasi baru dan program Boeing Crew Flight Test. Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut Fincke sebagai sosok yang berkontribusi dalam berbagai babak sejarah NASA.
Fincke mengatakan dirinya tetap berkomitmen pada eksplorasi antariksa meski meninggalkan NASA. Ia juga ingin membantu mempersiapkan generasi baru insinyur, penjelajah, dan pemimpin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....