BAKTI Komdigi Pacu Pemerataan Sinyal dan Strategi Kemandirian Digital Daerah

  • 12 Agt 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus mengombinasikan solusi terestrial serta non-terestrial untuk menjangkau daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan kabel serat optik. Langkah strategis ini diambil demi mempercepat pemerataan akses komunikasi digital bagi masyarakat di kawasan pedalaman serta wilayah kepulauan.

"Sehingga kami mengharapkan betul-betul apa yang dibangun oleh pemerintah akan memberikan manfaat yang paling maksimal bagi seluruh masyarakat," ucap Direktur Utama BAKTI Fadhilah Mathar. Hal ini disampaikan dalam BAKTI Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Pembangunan infrastruktur BAKTI Komdigi sendiri senantiasa berlandaskan pada empat pilar utama konektivitas secara konsisten serta terukur di lapangan. Pilar tersebut mencakup aktualitas masyarakat, kualitas layanan, keberlanjutan, hingga sustainabilitas industri telekomunikasi secara luas di seluruh Indonesia.

"Oleh karena itu, berkaitan dengan hal yang empat, poin saya adalah, kita melakukan exit strategi. Jadi, wilayah-wilayah dengan kriteria tertentu, yang sudah maturitas tertentu, itu akan kami tawarkan ke Pemda atau ke opsel atau ke mitra kami yang lain, misalnya tower provider, untuk diambil alih," ucapnya.

"Karena keberhasilan pemerintah untuk universal service obligation bukan seberapa lama kami berada di sana. Tapi seberapa cepat kami mandiri."

Fadhilah Mathar merinci pihaknya telag menghadirkan konektivitas internet di 31 ribu lokasi. Persentase itu terbagi dari beberapa sektor.

“BAKTI sudah membangun akses internet di 31 ribu lebih lokasi. Di mana sebagian besar ada di sektor pendidikan 68 persen kemudian fasyankes 5,89 persen,” ucapnya.

Indah menyatakan bahwa keberadaan Palapa Ring dan Satelit Satria 1 mengakselerasi langkah BAKTI Komdigi dalam memperluas akses internet ke berbagai wilayah. Menurutnya, infrastruktur tersebut menjadi jawaban atas tantangan geografis yang sulit ditempuh oleh jaringan kabel.

"Kehadiran Satria 1 ini membuat kita bisa menggabungkan solusi terestrial. Dengan solusi non-terestrial pada saat wilayah-wilayah masih sangat sulit dijangkau oleh fiber,” ucap dia.

Akses terhadap telekomunikasi dan internet telah menjadi infrastruktur dasar yang berperan penting dalam mendukung penyelenggaraan layanan publik, pemerataan pembangunan, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan pemerataan akses digital, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Untuk diketahui, pembangunan infrastruktur digital di wilayah 3T ini, tidak lagi hanya diukur dari jumlah BTS maupun titik akses internet yang telah dibangun. Yang lebih penting adalah bagaimana infrastruktur tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Untuk rangka mendukung upaya tersebut, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Bisnis Indonesia menyelenggarakan kegiatan media gathering. Yaitu BAKTI Media Connect 2026 dengan tema “Memeratakan Akses Informasi ke Penjuru Negeri”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....