Tingkatkan Budaya Membaca, Siswi di Jakarta Habiskan Dua Jam untuk Baca
- 10 Agt 2026 00:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah akan meningkatkan budaya membaca pelajar
- Natasha Shinta, siswi disalah satu sekolah di Jakarta, mengaku menghabiskan dua jam untuk membaca buku dalam satu hari karena dapat meningkatkan pengetahuan
- Natasha sebut AI membuat siswa malas belajar
RRI.CO.ID, Jakarta - Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 10 Jakarta Natasha Shinta menghabiskan waktu dua jam untuk membaca buku setiap hari. Intensitas membaca buku tersebut bakal ditingkatkan lagi oleh siswi tersebut menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik.
Natasha Shinta membagikan kebiasaan membaca buku materi pelajaran tersebut saat ditemui di Perpustakaan Nasional Gambir. Kegiatan membaca dilakukan untuk mengulas kembali pelajaran yang sudah disampaikan guru pada hari Minggu, 9 Agustus 2026.
“Saya bisa membaca 2 jam per hari. Lebih banyak membaca buku materi pelajaran, mengulas pelajaran,” kata Natasha ditemui RRI di Perpusatakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.
Natasha mengaku jarang mengunjungi perpustakaan serta memilih untuk membaca berbagai buku pelajaran di rumah. Ia menilai ketergantungan siswa terhadap Artificial Intelligence (AI) dapat memicu rasa malas membaca bagi kalangan pelajar.
“Kita harus lebih sering membaca apalagi diera sekarang memakai AI dan itu membuat malas mencari informasi. Cari di AI langsung dapat tetapi kita malas membaca, AI bagus tapi tidak boleh mengandalkan AI, literasi penting ketimbang hasil,” katanya menegaskan.
Pelajar tersebut juga membiasakan diri untuk merangkum serta menulis kembali seluruh materi ke buku catatan. Metode ini diyakini mampu memudahkan dirinya dalam mengingat penjelasan yang disampaikan oleh guru sekolah.
“Di sekolah sering merangkum untuk memahami materi lebih mudah, padat dan jelas. Tetapi secara pribadi saya lebih suka mendengarkan langsung penjelasan dari guru daripada merangkum,” ujarnya.
Natasha memberikan tips bagi generasi muda untuk mulai membaca buku yang paling mereka sukai. Proses membaca dapat dilakukan secara perlahan agar setiap materi pembelajaran bisa terserap ke otak.
“Kita mencari buku, yang menurut kita asyik untuk dibaca. Perlahan saja membaca agar materi masuk ke otak,” katanya.
Ia berpesan kepada kalangan anak muda agar tidak malas membaca demi meningkatkan kualitas pendidikan. Pentingnya meningkatkan literasi membaca menjadi kunci utama dalam memajukan pemahaman belajar para siswa sekolah.
"Pesan ke Gen-Z, kita tidak boleh malas membaca karena itu penting untuk meningkatkan pendidikan kita,” ujarnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah kembali menggalakkan budaya wajib membaca bagi kalangan pelajar. Pernyataan tersebut disampaikan olehnya di Presidential Lounge Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.
"Mari kita kembali membiasakan diri sebanyak-banyaknya membaca buku. Itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya kepada wartawan di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Prasetyo menegaskan bahwa buku merupakan sumber ilmu pengetahuan sehingga kebiasaan membaca menjadi sangat penting. Pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Dikdasmen) menggiatkan kembali budaya membaca.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....