Pengamatan IXPE Perkuat Teori Fisika Kuantum Berusia 90 Tahun
- 06 Agt 2026 15:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IXPE mengamati magnetar 1E 1547-5408 selama lebih dari 140 jam.
- Polarisasi sinar-X terdeteksi hampir tiga kali lebih kuat dari perkiraan.
- Temuan mendukung teori vacuum birefringence yang diajukan sejak 1936.
RRI.CO.ID, Jakarta - Misi IXPE diduga menemukan bukti pertama ruang hampa dapat berubah perilaku akibat medan magnet yang sangat kuat. Mengutip NASA, 6 Agustus 2026, temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature.
Hasil penelitian ini dinilai menjadi konfirmasi awal terhadap teori fisika kuantum yang pertama kali diajukan pada 1936. Selama hampir 90 tahun, teori tersebut belum pernah diamati secara langsung.
Pengamatan dilakukan terhadap magnetar 1E 1547-5408, yaitu bintang neutron dengan medan magnet terkuat yang diketahui di alam semesta. Tim peneliti mengamati magnetar menggunakan IXPE selama lebih dari 140 jam.
Mereka juga didukung teleskop NICER milik NASA dan teleskop radio Murriyang di Australia. Pengamatan itu menjadi pengukuran terkoordinasi pertama yang menggabungkan polarisasi sinar-X dan gelombang radio pada sebuah magnetar.
Hasil observasi menunjukkan tingkat polarisasi sinar-X hampir tiga kali lebih besar dibandingkan objek serupa. Nilai tersebut tidak dapat dijelaskan oleh model emisi permukaan bintang neutron yang ada saat ini.
Hal ini membuat para peneliti menduga terdapat efek fisika lain yang memperkuat polarisasi cahaya. Efek tersebut dikenal sebagai vacuum birefringence, teori dalam elektrodinamika kuantum yang telah diajukan sejak 1936.
Teori ini menyatakan bahwa ruang hampa dapat bertindak seperti prisma atau lensa ketika dipengaruhi medan magnet yang sangat kuat. Dalam kondisi tersebut, ruang hampa dapat menyaring cahaya berdasarkan arah perambatannya dan meningkatkan tingkat polarisasinya.
Simulasi komputer yang dilakukan tim peneliti mendukung kemungkinan bahwa vacuum birefringence menjadi penyebab sinyal yang terdeteksi. Pola polarisasi sinar-X yang diamati hanya dapat direproduksi jika vacuum birefringence benar-benar terjadi di lingkungan magnetar.
Demikian disampaikan oleh salah satu peneliti di Rice University, Hoa Dinh Thi. Temuan ini menunjukkan magnetar dapat menjadi laboratorium alami untuk menguji teori fisika fundamental.
Selain itu, pengamatan terhadap inti bintang yang sangat jauh dapat memberikan petunjuk tentang struktur dasar realitas. Temuan tersebut juga membantu menguji hukum fisika yang tidak mungkin direplikasi di laboratorium di Bumi.
NASA menegaskan pengamatan lanjutan terhadap magnetar ini dan objek serupa masih diperlukan untuk memastikan sinyal tersebut. Jika terkonfirmasi, temuan ini menjadi pengamatan langsung pertama vacuum birefringence sekaligus membuka peluang penemuan efek kuantum eksotis lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....