Indonesia Kenalkan LVAD CoreHeart 6, Alat Bantu Jantung Terkecil Pertama di Asia
- 06 Agt 2026 11:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- RSCM Cipto Mangunkusumo meluncurkan teknologi LVAD CoreHeart 6, alat bantu jantung terkecil dan paling ringan pertama di Asia melalui kolaborasi dengan HeartSpan.ai.
- LVAD adalah pompa jantung otomatis yang ditanamkan melalui operasi untuk membantu ventrikel kiri memompa darah pada pasien dengan fungsi jantung yang melemah.
- Metode pengobatan ini memperluas pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut di Indonesia dengan teknologi medis terdepan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Metode pengobatan pasien gagal jantung stadium lanjut di Indonesia kini bertambah setelah RSCM Cipto Mangunkusumo berkolaborasi dengan HeartSpan.ai. Sebuah teknologi diperkenalkan dengan nama Left Ventricular Assist Device (LVAD) CoreHeart 6, alat bantu jantung terkecil dan paling ringan pertama di Asia.
LVAD adalah sebuah alat bantu pompa jantung otomatis yang dipasang melalui operasi. Alat ini dapat membantu ventrikel kiri jantung untuk memompa darah pada pasien dengan fungsi jantung yang melemah.
Selain menghadirkan CoreHeart 6, HeartSpan.ai dan RSCM juga mengembangkan sistem layanan gagal jantung. Program tersebut mencakup pelatihan tenaga medis, berbagi pengetahuan, dan kemitraan dengan berbagai lembaga internasional.
Pendiri HeartSpan.ai, Dr. Wei Siang Yu, mengatakan Indonesia dipilih berdasarkan kesiapan tim medis RSCM. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi fondasi memperluas akses terapi gagal jantung di Asia Tenggara.
"Kami ingin menciptakan ekosistem layanan gagal jantung yang berkelanjutan melalui pelatihan dokter, kemitraan internasional, juga pengembangan berjangka panjang. Tujuan kami adalah memberdayakan tenaga kesehatan lokal dan membangun model layanan yang bermanfaat bagi pasien di seluruh kawasan," ucap Dr. Wei pada konferensi pers di RSCM Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Program tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan bidang kardiovaskular. Pelatihan diberikan kepada dokter, perawat, koordinator LVAD, dan tenaga kesehatan lainnya.
Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM Birry Karim menilai penanganan gagal jantung memerlukan kolaborasi berbagai disiplin ilmu. Proses implantasi melibatkan dokter jantung, dokter anestesi, dan tenaga kesehatan lainnya.
Birry mengatakan layanan tersebut dikembangkan secara bertahap sejak 2017 di RSCM. Program heart failure menjadi dasar pembentukan layanan gaga jantung yang terintegrasi.
Birry mengatakan pasien pertama menunjukkan perkembangan yang baik setelah implantasi. Pasien lepas ventilator dalam 24 jam dan mulai menjalani mobilisasi dengan pengawasan ketat. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....