Studentpreneur Bootcamp Muhammadiyah Dorong Lahirnya Wirausahawan Muda

  • 19 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MCEBI menyelenggarakan Studentpreneur Bootcamp untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA).
  • Dalam kesempatan itu, MCEBI menyerahkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kewirausahaan kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sebagai hasil kolaborasi 30 PTMA dalam Workshop Bootcamp 2025 di Yogyakarta.
  • Wamendiktisaintek Prof Dr Fauzan mendorong MCEBI untuk terus mengembangkan program tersebut guna membangun ekosistem wirausaha yang lebih fungsional.

RRI.CO.ID, Malang - Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) melalui penyelenggaraan Studentpreneur Bootcamp. Program yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada 17-19 Juli ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi bisnis sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang berdaya saing.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua MCEBI PTMA, Dr Endang Rudiatin, M.Si, menyerahkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kewirausahaan kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. RPS tersebut merupakan hasil penyusunan bersama 30 PTMA dalam Workshop Bootcamp 2025 di Yogyakarta.

Penyerahan RPS disaksikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof Dr Fauzan, yang turut membuka Studentpreneur Bootcamp. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu kegiatan kemahasiswaan yang memiliki pendekatan berbeda karena menggabungkan pembelajaran akademik dengan praktik kewirausahaan.

Wamendiktisaintek menilai Studentpreneur Bootcamp mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih fungsional di perguruan tinggi. Karena itu, ia mendorong MCEBI agar terus mengembangkan program tersebut secara berkelanjutan.

Memasuki hari kedua dan ketiga, peserta mendapatkan pendampingan intensif dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Materi yang diberikan meliputi manajemen rantai pasok oleh Asisten Deputi Rantai Pasok serta pengembangan inkubator bisnis oleh Asisten Deputi Inkubasi Kementerian UMKM.

Selain itu, peserta memperoleh pembekalan dari kalangan industri. PT Jatinom Indah memberikan materi mengenai penguatan mentalitas bisnis, sementara Lembaga Pemeriksa Halal (LPH-KHT) PP Muhammadiyah menyampaikan edukasi mengenai pentingnya sertifikasi halal bagi produk pangan.

Tidak hanya menerima materi, para mahasiswa juga mengikuti kompetisi bisnis yang melibatkan unit usaha pada tujuh kategori. Yaitu, kerajinan, fesyen, kuliner siap saji, kuliner kemasan, jasa digital, jasa non-digital, dan budidaya.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh melalui presentasi proposal bisnis (pitch deck), penilaian konten video promosi, hingga wawancara langsung terhadap produk yang dipamerkan di kawasan Sengkaling Culinary.

Rangkaian Studentpreneur Bootcamp ditutup pada Minggu, 19 Juli 2026 dengan kegiatan jalan sehat. Serta, penguatan visi "Becoming Muslimtechnopreneurs" yang disampaikan Ketua MCEBI, Dr. Endang Rudiatin, M.Si.

Endang mengatakan, peserta terbaik akan memperoleh kesempatan mengikuti program business matching yang mempertemukan mereka dengan jaringan pelaku usaha untuk membuka peluang kolaborasi dan pendanaan.

"Melalui penilaian kompetisi yang kompetitif ini, para peserta terbaik berhak mendapatkan peluang emas berupa fasilitas business matching yang mempertemukan mereka langsung dengan jaringan pengusaha besar untuk keberlanjutan dan pendanaan bisnis nyata di masa depan," kata Endang kepada wartawan, Minggu, 19 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....