BRIN Kukuhkan Lima Profesor Riset dengan Inovasi Strategis

  • 16 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan, Johnny Walker Situmorang menyoroti, penguatan kewirausahaan koperasi
  • Profesor Riset bidang hidrologi, Hidayat, mengangkat pentingnya pengelolaan lahan basah tropis secara berkelanjutan
  • Sementara itu, Umi Muawanah menawarkan tata kelola perikanan yang mengintegrasikan ekonomi, konservasi, dan hak masyarakat adat

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima Profesor Riset melalui Sidang Terbuka Orasi Ilmiah di Jakarta. Pengukuhan tersebut menegaskan komitmen BRIN memperkuat riset sebagai fondasi pembangunan nasional berbasis inovasi.

Lima peneliti yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang strategis. Masing-masing menawarkan solusi ilmiah untuk menjawab tantangan ekonomi, lingkungan, pangan, perikanan, dan kesehatan.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan, Johnny Walker Situmorang menyoroti, penguatan kewirausahaan koperasi. Menurutnya, koperasi harus menjadi badan usaha yang menjalankan fungsi ekonomi sekaligus fungsi sosial.

"Kewirausahaan koperasi membangun model bisnis koperasi sebagai badan usaha yang berfungsi sosial. Sehingga, koperasi dapat menjadi sokoguru perekonomian Indonesia," ujar Johnny dikutip dalam laman, brin.go.id, Kamis, 16 Agustus 2026.

Profesor Riset bidang hidrologi, Hidayat, mengangkat pentingnya pengelolaan lahan basah tropis secara berkelanjutan. Hasil penelitiannya menunjukkan lahan basah mampu menyimpan air dan mengurangi risiko banjir.

"Pemahaman terhadap dinamika hidrologi lahan basah menjadi dasar penting. Perihal ini, bagi pengelolaan sumber daya air yang adaptif," kata Hidayat.

Di bidang teknologi pangan, Tri Marwati memperkenalkan inovasi fermentasi kakao menggunakan bakteri asam laktat lokal. Teknologi tersebut meningkatkan mutu, keamanan, dan nilai tambah produk kakao Indonesia.

"Pemanfaatan bakteri asam laktat lokal membuka peluang besar. Meningkatkan daya saing kakao Indonesia di pasar global," ujar Tri.

Sementara itu, Umi Muawanah menawarkan tata kelola perikanan yang mengintegrasikan ekonomi, konservasi, dan hak masyarakat adat. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat ekonomi biru yang berkelanjutan.

"Tata kelola perikanan yang berkeadilan merupakan fondasi penting. Yakni, bagi pembangunan ekonomi biru Indonesia," kata Umi.

Sementara itu, Profesor Riset bidang kesehatan masyarakat, Wahyu Pudji Nugraheni menekankan, pentingnya kemitraan pemerintah dan swasta. Kolaborasi tersebut dinilai memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

"Kolaborasi yang terencana dan berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci. Memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan berkualitas," ujar Wahyu.

Pengukuhan lima Profesor Riset tersebut menunjukkan kontribusi nyata BRIN dalam menghasilkan inovasi strategis. Berbagai hasil riset diharapkan menjadi landasan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....