PT Dirgantara Indonesia Kembangkan Pesawat N219 Rancangan Lokal

  • 15 Jul 2026 00:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Dirgantara Indonesia memproduksi pesawat N219 yang dirancang sepenuhnya oleh para insinyur lokal.
  • Perusahaan kedirgantaraan tersebut telah mengantongi sertifikat tipe dari Kementerian Perhubungan sejak tahun 2020.
  • Pihak pabrik saat ini sedang menyiapkan armada pesanan untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

RRI.CO.ID, Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengembangkan pesawat N219 yang dirancang sepenuhnya oleh para insinyur lokal. Produk unggulan tersebut diharapkan mampu memajukan konektivitas transportasi udara di seluruh wilayah pelosok tanah air.

Inovasi pesawat buatan anak bangsa ini disaksikan langsung di area pabrik PT DI kota Bandung. Kegiatan peninjauan berbagai inovasi pesawat buatan anak bangsa berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026.

Flight Test Engineer PT Dirgantara Indonesia Fendy Augustian memberikan penjelasan lengkap mengenai pesawat tersebut. Pembuatan armada baru ini membutuhkan proses panjang demi memenuhi standar regulasi keselamatan penerbangan internasional.

"Ini sudah mendapatkan 'type certificate' dari Kementerian Perhubungan dari tahun 2020. Cuma setelah waktu itu kan Covid, jadi kita agak tersendat untuk penjualannya. Dan alhamdulillah saat ini kita sudah mendapat pesanan dari TNI AD dan PT MAP," ujar Fendy.

Fendy menerangkan persiapan armada pesanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus dimatangkan. Kemampuan rancang bangun mandiri tersebut membuktikan kapasitas besar sumber daya manusia lokal secara global.

"Kalau N250 kan dulu masih banyak tenaga asing, Pak, untuk kita perbantuan untuk kita mendesain dan segala macam. Kalau ini 'full' anak bangsa kita sendiri. Jadi mulai dari 'raw material' dari lembaran aluminium sampai jadi pesawat, ini ada semuanya di PT DI," kata Fendy.

Manajer Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT Dirgantara Indonesia Adi Prastowo turut memberikan penjelasan. Industri dirgantara nasional sempat melewati masa suram akibat hantaman krisis moneter beberapa dekade lalu.

"PT DI berdiri sejak tahun 1976 hingga sekarang, artinya masih ada ya. PT DI dengan produk mercusuarnya pada saat itu di zamannya Pak BJ Habibie, N250," ucap Adi.

Ia menerangkan semangat inovasi terus dipelihara demi menjaga kedaulatan teknologi kedirgantaraan tanah air. Kedua tipe pesawat tersebut kini menjadi tulang punggung utama penjualan ekspor manufaktur kedirgantaraan Indonesia.

"Jadi, setelah N250 distop pada tahun '98, kita masih punya produk yang namanya CN235, sampai sekarang masih berproduksi, masih kita pasarkan dengan cukup baik. Kemudian NC212, itu pun sama, kita masih kembangkan dan CN235 dan NC212 hanya satu-satunya di dunia yang memproduksi adalah PT DI," ucap Adi.

Pengakuan dari pasar mancanegara telah membuktikan ketangguhan armada buatan dalam negeri pada tingkat internasional. Harapan besar kini disematkan kepada seluruh generasi muda yang bergabung dalam industri strategis ini.

Sinergi antargenerasi diharapkan mampu mempertahankan kelangsungan produksi demi terus mengharumkan nama bangsa di masa depan. Meskipun menghadapi dinamika ekonomi yang berat, komitmen memproduksi pesawat buatan sendiri tetap berjalan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....