EMGS Siapkan Layanan Penjemputan 24 Jam bagi Mahasiswa Internasional di Malaysia

  • 12 Jul 2026 03:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • EMGS menyediakan layanan penjemputan dan pendampingan mahasiswa internasional selama 24 jam sejak tiba di bandara Malaysia
  • EMGS mengelola proses visa mahasiswa internasional serta mempromosikan perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia
  • Hingga Maret 2026, sebanyak 13.337 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Malaysia, didukung penguatan kualitas pendidikan melalui MQA

RRI.CO.ID, Jakarta – CEO EMGS Novie Tajuddin mengatakan pihaknya menyiapkan layanan penjemputan mahasiswa internasional selama 24 jam di bandara. Menurutnya, pelayanan tersebut diberikan untuk memastikan mahasiswa internasional dapat belajar dengan aman dan nyaman di Malaysia.

Education Malaysia Global Services (EMGS) ini merupakan lembaga yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Lembaga ini bertugas memproses visa mahasiswa internasional, sekaligus mempromosikan perguruan tinggi negeri dan swasta di Malaysia.

Novie menjelaskan mahasiswa Indonesia akan mendapat pendampingan sejak tiba di Malaysia melalui International Students Arrival Center (ISAC). Petugas EMGS, katanya, menyambut dan mendampingi mahasiswa sebelum pemeriksaan imigrasi, termasuk apabila tiba pada dini hari.

"Ya, sebelum counter-imigrasi, maksudnya apabila pelajar dari Indonesia sampai mereka beritahu kepada EMGS dan juga pihak universitas. Kami tungguin, meskipun sampai pukul 3 pagi, karena kami beroperasi 24 kali 7," ujar Chief Executive Officer (CEO) EMGS saat berdialog bersama Pro 3 RRI di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2026.

Ia menjelaskan, para mahasiswa tersebut juga disediakan makanan, minuman, serta paket penyambutan atau welcoming kit. Novie mengatakan layanan tersebut sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi mahasiswa internasional dan ketenangan bagi orang tua.

Selain layanan kedatangan, Novie mengatakan EMGS juga mengelola proses visa mahasiswa internasional di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Ia menyebut lembaganya didukung sebanyak 40 petugas imigrasi yang memproses visa mahasiswa asing.

“Pastinya karena itu adalah mandat yang diberikan oleh Kerajaan. Bukan suka-suka kementerian mau panggil semua datang ke EMGS, itu diluluskan oleh Kabinet Malaysia 13 tahun lalu,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia Aminuddin Hassim mengungkapkan Indonesia merupakan penyumbang mahasiswa internasional terbesar di Malaysia. Berdasarkan data hingga Maret 2026, sebanyak 13.337 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi Malaysia.

Menurut Amin, kedekatan budaya dan kemudahan akses menjadi faktor meningkatnya minat mahasiswa Indonesia melanjutkan pendidikan di Malaysia. Ia juga menilai kualitas pendidikan tinggi Malaysia terus diperkuat sehingga menjadi daya tarik bagi mahasiswa internasional.

"Kita ada seramai 13.337 pelajar Indonesia yang sedang melanjutkan pengajian di institusi pendidikan tinggi di Malaysia. Alhamdulillah merupakan negara penyumbang terbesar pelajar internasional di Malaysia," kata Sekjen yang akrab disapa Datuk Amin tersebut.

Amin menambahkan pemerintah Malaysia akan terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui Malaysian Qualifications Agency (MQA). Menurutnya, kurikulum perguruan tinggi di Malaysia terus disesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....