Malaysia Perluas Peluang Kerja Lulusan Mahasiswa melalui 'Graduate Pass'

  • 12 Jul 2026 02:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Malaysia membuka peluang bekerja selama satu tahun bagi lulusan perguruan tinggi melalui program Graduate Pass
  • Hingga Maret 2026, terdapat 13.337 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Malaysia
  • Pemerintah Malaysia terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri

RRI.CO.ID, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia Aminuddin Hassim mengatakan lulusan perguruan tinggi Malaysia berpeluang bekerja selama satu tahun. Kesempatan tersebut juga berlaku bagi mahasiswa Indonesia melalui program Graduate Pass yang telah diterapkan Pemerintah Malaysia sejak Desember 2024.

Aminuddin mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, kesempatan bekerja itu diberikan kepada mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di Malaysia.

"Kalau mereka sudah habis belajar di Malaysia, kita beri peluang satu tahun bekerja di Malaysia. Programnya disebut graduate pass," ujar Sekjen yang akrab dipanggil Datuk Amin tersebut saat berdialog bersama Pro 3 RRI, di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2026.

Amin juga menyebut Indonesia menjadi penyumbang mahasiswa internasional terbesar di Malaysia hingga Maret 2026. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, sebanyak 13.337 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan tinggi di negara tersebut.

Menurutnya, meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia didukung kedekatan budaya serta kualitas pendidikan tinggi Malaysia yang terus diperkuat. Ia menyoroti lima universitas Malaysia kini masuk dalam kelompok 200 perguruan tinggi terbaik dunia.

Pemerintah Malaysia, lanjut Amin, juga terus memperbarui kualitas pendidikan melalui Malaysian Qualifications Agency (MQA). Kurikulum pendidikannya telah disesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan lebih siap bekerja.

"Itu adalah salah satu syarat yang kita pastikan supaya yang kita lahirkan nanti, mereka sudah masuk industri. Dapat menjadi karyawan terbaik," katanya.

Datuk Amin menambahkan pemerintah Malaysia juga terus memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, penelitian bersama, serta penguatan jejaring antarlembaga.

Sementara itu, CEO EMGS Novie Tajuddin mengatakan setiap universitas di Malaysia memiliki petugas hubungan industri. Ia mengungkapkan petugas tersebut bertugas menjalin hubungan dengan dunia industri serta mendukung pelaksanaan program magang mahasiswa.

Menurut Novie, mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dapat memanfaatkan fasilitas Graduate Pass untuk bekerja sementara di Malaysia. Program tersebut berlaku bagi lulusan jenjang S1, S2, maupun S3.

Novie mengatakan pengalaman magang selama kuliah dapat dilanjutkan melalui program tersebut sehingga lulusan memperoleh pengalaman kerja lebih panjang. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah ketika mahasiswa kembali bekerja di Indonesia.

"Setelah lulus, maka pelajar-pelajar Indonesia yang belajar di Malaysia akan dibolehkan untuk mengambil izin kerja sementara selama satu tahun. Jadi ada satu tahun pengalaman kerja, makanya apabila balik ke Jakarta," ujar Chief Executive Officer (CEO) Education Malaysia Global Services (EMGS) tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....