AIS Gelar Pacific Asia Conference on Information System 2026 di Jakarta
- 06 Jul 2026 18:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia menjadi tuan rumah PACIS 2026 pada 4-8 Juni 2026 di Hotel Pullman Jakarta dengan tema 'Leapfrogging the Future with Artificial Intelligence'.
- Konferensi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Sistem Informasi (AIS) bekerja sama dengan Fasilkom UI dan Telkom University untuk mengembangkan komunitas akademik bidang sistem informasi di Indonesia.
- PACIS 2026 mengangkat perspektif socio-teknikal AI yang menggabungkan dimensi teknologi dan manusia, bukan hanya fokus pada aspek teknikal semata.
- Penyelenggaraan konferensi ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan transformasi digital dan AI di kawasan Asia Pasifik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Pacific Asia Conference on Information Systems (PACIS) 2026. Konferensi internasional ini di gelar di Hotel Pullman, Jakarta, 4-8 Juni 2026.
PACIS 2026 di selenggarakan oleh Asosiasi Sistem Informasi (AIS) dan mengusung tema "Leapfrogging the Future with Artificial Intelligence". Acara ini bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) dan Telkom University.
"Pacific Asia Conference on Information Systems ini, flagship conference di Information Systems untuk kawasan Asia Pasifik. Kami sangat bangga bahwa kami bisa membawa PACIS 2026 ini di Jakarta, Indonesia," kata Conference Co-Chair PACIS 2026 yang juga Associate Dean International Faculty of Information Technology Monash University Juliana Sutanto dalam acara Opening Ceremony PACIS 2-26 di Hotel Pullman, Jakarta, Senin, 6 Juni 2026.
Juliana mengatakan, tema ini diangkat untuk menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai perkembangan kecerdasan buatan. Berbeda dengan disiplin ilmu, pihaknya memandang AI sebagai sebuah sistem sosio-teknikal yang memadukan dimensi teknologi dan manusia.
"Kami di bidang information systems ini, cukup berbeda dengan yang computer science, kami socio-teknikal. Jadi bukan hanya melihat teknikalnya AI saja, tapi melihat social side-nya itu sendiri," ujarnya.
"Karena kita harus melihat dua sisi ini untuk bisa menciptakan efek dari AI ini ke arah yang kita harapkan. Makanya kami menarik tema ini untuk PACIS 2026 di Jakarta," ucapnya.
Hal yang sama disampaikan Guru Besar dan Ketua Komite Etik Fasilkom UI Putu Wuri Handayani selaku co-chair. Ia mengatakan, penyelenggaraan PACIS 2026 ini menjadi momentum penting bagi pengembangan komunitas akademik di bidang sistem informasi.
Menurutnya, konferensi internasional berskala besar yang secara khusus berfokus pada bidang tersebut masih relatif jarang diselenggarakan di Indonesia. Selain itu jumlah akademisi sistem informasi di Tanah Air juga masih terbatas.
"Kita berharap membawa PACIS bisa salah satunya adalah memperluas koneksi dari para akademisi di Indonesia dan pastinya untuk sharing pengetahuannya. Karena dengan adanya PACIS ini, kolaborasi dengan para akademisi, harapannya bisa lebih ditingkatkan lagi ke depannya," kata Putu.
"Baik itu misalkan untuk pembimbingan mahasiswa bareng. Atau misalkan melakukan riset kolaborasi bareng, atau untuk misalkan membuat proposal riset Bersama," ujarnya.
PACIS 2026 hadir di tengah pesatnya transformasi digital global yang semakin mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan/AI). Konferensi ini akan membahas bagaimana AI dapat mempercepat pembangunan, meningkatkan inovasi, serta membantu mengatasi berbagai tantangan sosial ekonomi.
Melalui berbagai sesi ilmiah, diskusi, dan kolaborasi, PACIS 2026 bertujuan mendorong pemanfaatan AI. Terutama sebagai teknologi yang mampu menciptakan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Terpilihnya Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat perekonomian Indonesia. Jakarta juga dinilai sebagai gerbang menuju ekosistem digital Asia Tenggara yang terus berkembang.
Konferensi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas negara mengembangkan teknologi AI yang bertanggung jawab dan berorientasi kemanfaatan publik. Konferensi ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan transformasi digital dan AI di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....