Gus Rikza Raih Doktor UIN Suka, Gagas Revitalisasi PAI Pesantren

  • 02 Jul 2026 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Suasana penuh haru, syukur, dan kebanggaan mewarnai Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta. Di hadapan lebih dari 300 tamu undangan, Gus Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H. resmi menyandang gelar Doktor.

Di mana dirinya setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Revitalisasi Pendidikan Agama Islam. Untuk Pemberdayaan Santri dan Masyarakat (Studi Kasus di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang)."

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian akademik yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya. Tetapi juga keluarga besar, para guru, sahabat, santri, serta masyarakat yang selama ini memberikan dukungan sepanjang perjalanan intelektualnya.

Putra dari Bapak H. Tumino dan Ibu Kustirah, sekaligus menantu Prof. Dr. KH. Masruchan Bisri dan Ibu Nyai Hj. Umi Salamah Barokah Al-Hafidzah ini menegaskan gelar doktor merupakan buah dari perjuangan panjang. Di mana ini diiringi doa orang tua, bimbingan para masyayikh, serta dukungan keluarga dan berbagai pihak.

Disertasi yang dipresentasikan menawarkan kontribusi penting bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Di tengah tantangan perubahan sosial, krisis moral, hingga perkembangan teknologi, penelitian tersebut menghadirkan paradigma baru yang berpijak pada nilai-nilai budaya pesantren.

Sekaligus tetap relevan menjawab kebutuhan masyarakat modern. Penelitian tersebut menghasilkan empat kebaruan (novelty) yang menjadi kontribusi akademik dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam, yaitu:

● Revitalisasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Pesantren.

● Integrasi Pendidikan Islam dan Pemberdayaan Sosial.

● Moderasi Beragama Berbasis Budaya Pesantren.

● Revitalisasi Pendidikan Agama Islam sebagai Konstruksi Sosial-Keagamaan.

Keempat konsep tersebut menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman. Tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, penguatan karakter, pengembangan moderasi beragama, hingga transformasi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin.

Sidang terbuka dipimpin oleh jajaran akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yakni Prof. Dr. H. Sukiman, S.Ag., M.Pd. sebagai Ketua Sidang.

Sekaligus Ketua Program Studi, Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I. sebagai Sekretaris Sidang, Prof. Dr. H. Mahmud Arif, M.Ag. sebagai Promotor, Prof. Dr. H. Sembodo Ardi Widodo, M.Ag. sebagai Ko-Promotor. Serta Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd., Dr. H. Ali Muhdi, M.S.I., Dr. H. Sedya Santosa, S.S., M.Pd., dan Dr. H. Nur Hidayat, M.Ag. sebagai tim penguji.

Selama proses sidang, berbagai pertanyaan kritis dari para guru besar dan penguji berhasil dijawab dengan argumentasi ilmiah yang komprehensif. Disertasi tersebut pun dinyatakan layak sebagai karya ilmiah doktoral yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam.

Sidang terbuka turut dihadiri tokoh nasional, ulama, akademisi, pimpinan lembaga pendidikan, keluarga besar, serta lebih dari 300 tamu undangan. Di antaranya:

Dr. KH. Muchotob Hamzah, M.M., Dr. Drs. H. Anashom, M.Hum., Dr. H. Moch. Fatkhuronji, S.Ag., M.Pd.I., Hj. Fajriyatul Muflihah, M.Pd., H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., H. Tantowi Jauhari, S.S., KH. Asikin, S.Ag., M.S.I., Hj. Khoirun Nisa', M.S.I., KH. Nadlirin, M.Pd., beserta keluarga besar Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang, FKPP Kota Semarang, PC RMI NU Kota Semarang, KKM MTs Kota Semarang, IGMAKOS Kota Semarang, Askot Kota Semarang, PSIS Semarang, Panser Biru, Snex, serta keluarga besar Penerbit Dawuh Guru Yogyakarta.

Bagi keluarga besar, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa doa orang tua dan guru memiliki peran besar dalam setiap perjalanan kehidupan. Berangkat dari lingkungan keluarga sederhana.

Ditempa dalam tradisi pesantren, hingga memperoleh bimbingan keluarga besar Prof. Dr. KH. Masruchan Bisri dan Ibu Nyai Hj. Umi Salamah Barokah Al-Hafidzah, Gus Muhamad Rikza Saputro berhasil melahirkan karya ilmiah yang diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi pengembangan pendidikan Islam.

Dalam sambutannya, Promotor Prof. Dr. H. Mahmud Arif, M.Ag. berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai dokumen akademik semata. Tetapi berkembang menjadi rujukan ilmiah, model pengembangan Pendidikan Agama Islam, sekaligus inspirasi bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia maupun dunia.

Menurutnya, gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari amanah yang lebih besar untuk terus mengabdikan ilmu. Memperkuat kualitas pendidikan, memberdayakan masyarakat, serta menjaga nilai-nilai luhur pesantren di tengah dinamika perkembangan zaman.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi dunia pendidikan. Disertasi "Revitalisasi Pendidikan Agama Islam untuk Pemberdayaan Santri dan Masyarakat" diharapkan menjadi amal jariyah.

Yang terus memberikan manfaat, melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, moderat. Serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....