Mendiktisaintek: Presiden Dorong Kampus Hadirkan Solusi bagi Kemajuan Bangsa
- 28 Jun 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mendiktisaintek: Presiden Dorong Kampus Hadirkan Solusi bagi Kemajuan Bangsa
RRI.CO.ID, Jakarta – Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya solusi berbagai persoalan bangsa. Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026.
Brian mengatakan Presiden menegaskan seluruh potensi bangsa harus bersatu. Tujuannya, untuk menghasilkan gagasan dan upaya terbaik demi mempercepat kemajuan Indonesia.
"Bapak Presiden selalu menekankan bahwa sains, teknologi, riset, inovasi itu adalah suatu fundamental. Fundamental yang diperlukan bagi kemajuan bangsa kita," kata Brian kepada wartawan di Jakarta, Minggu 28 Juni 2026.
Menurut Brian, Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan yang harus bergerak bersama meski memiliki perbedaan pandangan. Perbedaan tersebut, kata dia, merupakan hal yang wajar selama diarahkan untuk mencari solusi terbaik.
Ia mengatakan Prabowo memandang perguruan tinggi sebagai ruang kebebasan akademik (academic freedom). Karena itu, berbagai gagasan dan kajian ilmiah perlu terus dikembangkan melalui diskusi di lingkungan kampus.
"Harapannya adalah kajian-kajian tersebut tentunya dalam rangka untuk mencari solusi. Serta, mempercepat kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia," ujarnya.
Brian mengungkapkan Presiden ingin memanfaatkan sebanyak mungkin potensi guru besar dan akademisi guna mendukung program pembangunan nasional. Menurut Presiden, perguruan tinggi merupakan tempat berkumpulnya sumber daya manusia terbaik di Indonesia.
Karena itu, Prabowo mendukung pembentukan kelompok-kelompok kerja sebagai tindak lanjut Sarasehan Kebangsaan. Kelompok tersebut diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi oleh industri maupun kementerian.
Presiden, lanjut Brian, juga meminta kalangan akademisi dan ilmuwan berani mengidentifikasi berbagai persoalan nasional. Sekaligus menghadapi tantangan tersebut dengan solusi yang nyata.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan BRIN bersama Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset nasional yang diluncurkan di Surabaya segera. Dokumen tersebut akan menjadi acuan pengembangan riset Indonesia hingga 2045.
Menurut Arif, peta jalan tersebut akan menjadi panduan bagi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam mengembangkan riset strategis. Tentunya, yang sesuai dengan kebutuhan teknologi masa depan sekaligus mendukung arah industrialisasi nasional.
"Sehingga industrialisasi kita ke depan tidak didasarkan hanya sekadar common sense. Tapi didasarkan pada data proyeksi teknologi apa yang berkembang," ujar Arif.
Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, BRIN, dan industri. Hasil riset diharapkan semakin cepat dihilirisasikan untuk mendukung pembangunan dan kemandirian Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....